PDF Print E-mail
Thursday, 13 October 2011 05:54

 

BELUM TERSENTUH BANTUAN
BANYAK SEKOLAH TERPENCIL MEMPRIHATINKAN


Suara NTB/BTKP. Ruang kelas nyaman dengan bangunan sekolah bertingkat serta dinding yang dihiasi keramik menjadi hal yang mustahil ditemukan di ratusan sekolah terpencil di NTB. Jangankan ruang kelas nyaman, dinding penyekat antarkelas bahkan tak ada. Tak hanya itu, ada pula sekolah yang sejak berdiri tahun 1970-an baru sekali direhab dengan atap hampir rubuh. Yang lebih memprihatinkan, kondisi sekolah yang berdiri di atas tiang-tiang tanpa ada dinding. Hanya ada plang nama sekolah yang bisa menandakan bahwa tempat itu adalah sekolah.


Itulah kondisi SDN 3 Rembitan yang berada di Dusun Rebak, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng). Kondisi sekolah ini sangat memperihatinkan. Bangunan sekolah dengan dinding gedek bolong tanpa sekat antara kelas yang satu dengan kelas yang lain menjadikan siswa-siswi belajar dalam situasi yang tidak kondusif.


Dulunya sekolah ini berdiri atas inisiatif warga sekitar karena melihat masih banyaknya anak-anak yang tidak bersekolah. Sementara sekolah yang ada selain lokasinya jauh juga tak mampu lagi menampung seluruh siswa usia sekolah. Namun saat ini kondisinya masih jauh dari kata layak, masih banyak dinding-dinding gedek yang berlubang serta tak adanya sekat antara kelas yang satu dengan yang lain.


sd terpencil

SD berstatus negeri yang lokasinya 12 Km dari BIL (Bandara Internasional Lombok), nyatanya tak semegah mega proyek yang dibanggakan masyarakat NTB itu. Sekolah ini sering dijuluki sekolah RB oleh masyarakat sekitar. ‘’RB adalah istilah rombengan dalam bahasa Sasak,” terang Baiq Sri Suharni, guru Kelas 5 SDN 3 Rembitan.


Saat ini lahan sekolah merupakan lahan pinjaman dari warga. Telah ada tanah yang dibebaskan yang rencananya akan dibangunkan sekolah. Namun meski beberapa kali telah mengajukan proposal ke Dikpora Kabupaten Loteng, permintaan itu terkesan tak digubris karena hingga kini belum ada sama sekali bantuan untuk perbaikan sekolah.


Hingga kini bantuan yang ada hanya dana bantuan dari masyarakat, kepala desa setempat. ‘’Katanya dijanjikan akan dibangunkan kelas pada Agustus 2011. Tapi sampai sekarang hanya janji saja,’’ terang Sri Suharni.


sd terpencilSama halnya dengan nasib SDN 1 Batu Jangkih yang berdiri sejak tahun 1970. Bangunan ini adalah bangunan SD tua yang sejak tahun berdirinya baru satu kali tersentuh rehab. Itu pun dilakukan tahun 1982 dan kondisinya saat ini rusak berat. Atap bangunan sudah lapuk dan banyak genteng yang jatuh. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, khususnya bagi siswa-siswi yang sedang belajar di dalam kelas.

“Kita mengharapkan perhatian pemerintah agar segera diperbaiki, sebelum menimbulkan korban” harap Kepala SDN 1 Batu Jangkih L. Tahir Jamir.


Karena kondisi atap yang memperihatinkan, tak jarang kelas tergenang saat hujan karena atap yang bocor. Air pun masuk ke dalam ruangan kelas. Namun meski harus menggeser tempat duduk setiap kali turun hujan, semangat siswa-siswi untuk belajar tetap tinggi.


Kondisi yang tak jauh berbeda adalah SDN 9 Buwun Mas, Sekotong Lombok Barat. SD ini hampir tak layak disebut SD karena bangunan sekolahnya hampir tak ada. Hanya ada tiang-tiang penyangga serta atap asbes tanpa ada satupun dinding yang melindungi. Kambing dan sapi pun bebas keluar masuk kelas karena tidak ada pintu atau dinding yang menghalangi ternak itu ikut ‘’sekolah’’.


Hanya ada plang nama sekolah bercat putih yang disandarkan di depan sekolah yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan sekolah. Bahkan bangunan yang disebut sekolah ini pernah rubuh tiga kali karena tertiup angin. “Sudah tiga kali ambruk dan berpindah tempat” terang Malah Sukanda salah satu guru SDN 9 Buwun Mas.

sd terpencil

Karena banyaknya investor yang bergerak di bidang pertambangan emas, pihak sekolah katanya telah melayangkan proposal ke beberapa perusahaan itu. Namun hingga kini belum ada bantuan yang cair. Pihak sekolah mengaku belum pernah mencoba mengirimkan proposal ke dinas terkait di kabupaten maupun provinsi dan memilih memasukkan ke investor yang ada.


Melihat kondisi tersebut Kepala Dikpora NTB Drs.H.L. Syafi’i yang turun langsung memantau sekolah-sekolah tak layak itu Rabu(12/10) kemarin menyatakan, akan memprioritaskan pembangunan sekolah terpencil khususnya yang memiliki kondisi parah. Apalagi kemauan masyarakat yang tinggi untuk bersekolah namun sekolah yang disediakan masih jauh dari kata layak.


‘’Ini merupakan tugas pemerintah untuk menyediakan pe layanan pendidikan,’’ tegasnya. IPM NTB mustahil akan bisa terangkat jika masih banyak kondisi sekolah yang ada masih jauh dari kata layak dan memperihatinkan, padahal pemerintah mengharuskan lulusan harus sesuai dengan standar nasional.


Syafi’i mengharapkan agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus untuk wilayah NTB, khususnya kondisi sekolah yang masih memperbaiki sekolah yang memprihatinkan. (Nia/ Pan/Wan)


sumber: http://www.suarantb.com

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated on Thursday, 13 October 2011 06:15
 
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.