Thursday, 28 February 2013 08:41

 

 

HJ.NURYANTI SE,ME  KUNJUNGI RUMAH PINTAR  NUR  ILAHI


 

SENTRA bermain

(BTKP).Kepala Bidang  PAUDNI Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Ba rat  Hj. Nuryanti SE,ME. bersama tim  melakasakan kunjungan ke Rumah Pintar Nur Ilahi  Desa Pandan W angi Kecamatan Jerowaru  Kabupaten Lombok Timur. Kunjungan bertujuan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi ten tang  program  atau kegiatan  di Rumah Pintar (Rumpin) karena ada beberapa kegiatan yang bersentuhan secara langsung dengan kebutuhan masyarakat, kunjungan dilaksanakan pada tanggal  Rabu 28 Februari 2013, jelas Nuryanti.


Nuryanti ketika tiba  bersama timnya, di lokasi Rumpin  disambut dengan rasa hangat  dan kekeluargaan  oleh anak-anak PAUD, Pengelola Rumpin dan Tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan yang sama kepala Bidang PAUDNI (Nuryanti) menyerahkan  media pembelajaran; berupa CD Lagu-Lagu Daerah, Buku Petunjuk pengelolaan  TK, Kelompok bermain dan pengelolaan PAUD. Dan  anak-anak PAUD ketika diselah-selah pertemuan menyumbangkan  beberapa  lagu seperti;  balonku, pelangi-pelangi dan lagu yang bernuansa islami.


Penampilan anak-anak pada saat bernyanyi  tanpa malu-malu dan tidak ada rasa takut dalam bernyanyi,   kelihatannya lancar  dalam mengekspresikan dan berani tampil penuh percaya diri, ini bisa di lihat dari bahasa tubuh dan sorotan  mata serta raut muka  anak-anak.  Sekilas  ketika  mereka  bernyanyi,  penontonpun  bisa menilai bahwa kemampuan mereka   itu  adalah gambaran  dari proses  pendidikan terhadap anak-anak  pinggiran sehingga  kemampuan mereka bisa  diakui  dan  punya keunggulan  yang dimilikinya, perlu dipupuk sejak dini,  perlu pembinaan lebih lanjut “ ungkap Nuryanti”.


Dari hasil dialog dan wawancara pada saat pertemuan Nuryanti  berharap kepada pengelola rumpin dan tokoh masyarakat, mengharapknan partisipasi masyarakat setempat secara langsung seperti menghimbau anak-anaknya untuk menabung, guru-guru bisa memberikan materi pembelajaran  sesuai juknis dan jukfat  serta pembelajaran yang berbasis lokal (ana-anak diajak untuk  mengenal lingkungan, ke sawah, pasar, ke sekolah yang berada disekitarnya, dan sesekali ajaklah  mereka ke rumah sakit) “ungkap Nurayanti”.


sentra bukuAbdul Hamid, A.Ma umur 30 tahun,   Ketua Rumpin “ Nur Ilahi ” bahwa program yang dilaksanakan ada enam sentra yakni; Sentra bermain,buku, komputer,panggung,kesehatan dan kriya.Dari ke-enam  sentra tersebut sudah dilaksanakan untuk sentra bermain sudah ada peserta didik (PAUD) sebanyak 60 orang, jumlah buku di ruang perustakaan  bisa melayani peminjaman buku oleh masyarakat dan terutama anak-anak PAUD, sentra komputer sekarang sudah ada 15 orang yang mengikuti  kursus dan  sentra panggung terkait dengan kesenian, tarian daerah (Sasak), dan latihan senam, sentra kriya dilaksanakan dimasing-masing rumah warga  seperti anyaman ketak, membuat papan seluncur, membuat trasi dari udang, dan sentra kesehatan melakukan penyuluhan kesehatan di masyarakat.  Ini semua kegiatan kami  laksanakan di tiga dusun (Pandan) ada  245 KK, (Temorok) sekitar  120 - an KK, dan (dusun Orang) sebanyak 110 KK. Untuk sentra Kriya  dikatakan Hamid  keterampilan bermuncul dari masyarakat untuk membuat  “papan seluncur” untuk selancar  dan  kampung kami ini dekat dengan pantai Surga, Pantai Ping  dan Kaliantan,  pantai-pantai tersebut terkenal dengan pasirnya  yang putih bersih, begitu juga ada  salah satu pantai yang berwana  ping. “jelas Hamid”.


Ada yang menarik  dari impian Hamid,  putra asli Jerowaru ini,  ketika ditanya timbul aspirasi untuk mendirikan rumah pintar (rumpin) ide awalnya adalah melakukan browsing (menjelajah)  di internet, tak lama kemudian men-download semua petunjuk teknis rumpin di salah satu situs Kemdikbud. Tenaga pendidik yang ada di rumpin ini rata-rata sarjana pendidikan antara lain alumni, Unram, STKIP Hamzanwadi dan Anjani Selong,  UNW Mataram, IAIH  Selong, ungkap Hamid. Pan@Wan.

Last Updated on Tuesday, 05 March 2013 00:40
 
RUMAH PINTAR 2
Monday, 25 February 2013 05:57


H. IMHAL KUNJUNGI RUMAH BELAJAR

DI SMP NEGERI 1 PRAYA


rumah pintar(BTKP). Baru-baru ini, Sekretaris Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H Imhal, meninjau secara langsung ke salah satu situs pembelajaran atau dikenal dengan istilah “ Portal Rumah Belajar ” di SMP Negeri 1 Praya Lombok Tengah di daerah yang bermotokan Tatas Tuhu Trasna (Kamis 21/2-13). Ketika Imhal (sapaan akrabnya), pada saat itu yang didampingi oleh Kepala sekolah dan guru-guru sebagai admin diruangan Portal Rumah Belajar, guna melakukan pengamatan secara dekat bahwa “Rumah Belajar “ itu adalah salah satu perangkat komputer atau PC Server yang dilengkapi dengan satu monitor. Dan didalam PC server tersebut sudah ter-upload berbagai konten pembejaran mulai dari tingkat PAUD/SD/MI, SMP/MT.s/SMA/MA/SMK sederajat.


Kesan yang pertama yang dirasakan oleh Imhal bahwa Rumah Belajar itu banyak manfatnya ketika guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran didepan kelas, karena para guru-guru sepertinya mudah mentranfer materi ajar kepada siswa/siswinya. Hal itu para guru bisa melakukan pembelajaran dikelas dengan berbantuan media tersebut tinggal membuka menu sesuai kebutuhannya, ungkap Imhal.


RUMAH PINTAR 2Portal Rumah Belajar adalah merupakan portal (pintu gerbang) yang berwujud jaringan atau sistem informasi seperti perpustakaan elektronik. Portal ini resmi dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam hal ini Pustekkom sebagai inisiator, fasilitator dan regulator dengan menyediakan berbagai bahan pembelajaran, sehingga bisa mengembangkan dengan sistem virtual networking (jaringan maya).

 

Kelas Maya merupakan sistem e-pembelajaran yang berfungsi menyediakan fasilitas untuk aktifitas pembelajaran dalam dua cara yakni melalui jaringan intranet dan jaringan internet, hal ini adalah mungkinkan guru membuka kelas maya yang merupakan sub-sistem dari portal rumah belajar


Untuk mengaktifkan Portal Rumah Belajar para administrator atau teknisi bisa membangun secara lokal jaringan LAN (intranet) di Sekolah, ini bertujuan pertama; guru dan siswa dapat melaksanakan proses pembelajaran lebih menarik, siswa lebih fokus, persiapan pembelajaran lebih ringan, guru lebih kreatif dan bisa menyesuaikan kebutuhan kekinian, sehingga tidak ada lagi pengkotak-kotakan atas kebutuhan (utilities) para tenaga pendidik dan kebutuhan peserta didiknya kedua; penggunaan bandwidth internet melalui jaringan telepon tidak dibutuhkan karena cukup dengan jaringan intranet sehingga pihak sekolah bebas dari beban tagihan bulanan dan tidak perlu mengeluarkan biaya (gratis) ketiga; sebagai wahana untuk pengembangan profesi guru dalam pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi peserta didik.


Lanjut Imhal, bahwa PC Server untuk Portal Rumah Belajar di berikan oleh Pustekkom Kemdikbud bulan November tahun lalu. Berangkat dari tujuan mulia tersebut maka Pustekkom Kemdikbud telah memfasilitasi sebanyak empat buah PC server dengan program linux (ubuntu) yang didalamnya tertanam berbagai konten pembelajaran yang standar. PC server Rumah Belajar diberikan kepada sekolah; SDN Nomor 5 Kota Mataram, SMP Negeri 1 Praya Lombok Tengah, SMA Negeri 1 Narmada Lombok Barat dan SMK Negeri Negeri 1 Selong Lombok Timur.


Sementara ini Hj. Sutiningsih, S.Pd. Kepala sekolah SMP Negeri 1 Praya Lombok Tengah menjelaskan kepada Imhal dan Tim Teknisi TIK dari Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat, bahwa pihak sekolah sekarang ini telah melaksanakan uji coba pendayagunaan Rumah Belajar, kami sudah membangun infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah seperti; di beberapa ruangan kelas terpasang LCD Proyektor yang telah terkoneksi Jaringan Lokal Area Network (LAN) dan perangkat wireless (acces point) di ruang guru serta guru-guru juga sudah memiliki Laptop sekitar tujuh puluh persen. Jadi guru-guru kami insyaallah dalam waktu dekat akan familiar dengan pemanfaatan TIK untuk pendidikan ini, ungkap Ning.

@ Pan/Mkht/Wan.

Last Updated on Friday, 15 March 2013 07:24
 
Friday, 22 February 2013 03:06


H. Imhal Kunjungi Rumah Pintar

 


sekertaris(BTKP). Sekretaris Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs.H. Imhal, melakukan kunjungan dan monitoring dilapangan untuk meninjau program terobosan atau unggulan di bidang pendidikan pada “Rumah Pintar” Desa Ungga Dasan Baru Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah, kegiatan monitoring bersama tim dari Bappeda Provinsi, PKK Provinsi, dan Dinas Pendidikan Kabupaaten Lombok Tengah hari Kamis tanggal 21 Februai 2013.


Menurut Imhal bahwa Rumah Pintar ini adalah rumah pendidikan untuk masyarakat berfungsi untuk; yang pertama adalah untuk anak-anak; guna meningkatkan minat baca, membangun potensi kecerdasan anak, pengenalan teknologi melalui pembelajaran di empat sentra, kedua kepada wanita, mengembangkan dan memberdayakan keterampilan berbasis potensi lokal melalui sentra kriya, ketiga ekonomi keluarga; meningkatkan taraf hidup keluarga, ke-empat pengembangan sosial budaya sebagai tempat untuk memacu kreatifitas guna mempertahankan dan melestarikan budaya lokal dan kelima adalah pengembangan kewirausahaan; menumbuhkembangkan kemampuan berwirausaha.


Lanjut ketika ditengah-tengah kunjugan di wawancarai dan dialog dengan Ketua Rapin Abdul Kahar umur 43 tahun dengan latar belakang pendidikan terakhirnya SMA tamat tahun 1980, bahwa sentra perak memiliki anggota sebanyak 70-an orang, ini hasil sentra perak yang telah dilaksanakan oleh pengerajin kami sekarang ini berupa kerajinan perak (leontin, bros, anting, gelang), dan semua kerajinan perak tersebut dikerjakan oleh kaum pria. Abdul Kahar mengatakan bahwa para pekerja perak menggunakan alat yang sederhana (manual) seperti untuk mengukir, pembuatan pola atau fariasi.


Hal ini bisa berjalan semua dengan memberdayakan masyarakat yang berdomisisli di Desa Ungga dan para pengerajin tersebut telah menimba pengalaman sebagai pengerajin perak di Bali dan sering pengalaman dengan teman-teman dipulau Jawa.


sentra buku

Disisi lain Abdul Kahar merasa senang karena tiga tahun terakhir ini bahwa hasil dari kerajinan masyarakatnya itu sudah sering mengikuti ivent pameran tingkat Nasional di Jakarta, jelasnya.


Sementara kriya tenum di koordinator oleh Bapak “Halil” menenun ini dikerjakan oleh kaum ibu-ibu seperti yang dituturkan oleh ibu Rumini 40 tahun dan Mase 35 tahun, kami menenun dalam bahasa Sasak (nyesek) sepetri membuat kain dengan berbagai berbagai motif (keker, nanas, opak-opak, kain ikat, sabuk gelang). Dikatakan bahwa lama menenun tergantung tingkat kesulitan dan motif jenis kain yang dibuat, itu bisa dilaksanakan antara satu minggu atau lebih, ungkap Rumini.


sentra kom

anak bermain

 

Dibeberapa sudut gedung terlihatan di luar ruangan telah terpasang alat bermain diluar kelas untuk anak-anak seperti tangga, ayunan dan sejenisnya, begitu juga didalam ruangan sudah terpasang perangkat teknologi pembelajaran (komputer dan printer). Dan terlihat juga di dalam ruangan lainnya dilengkapi dengan kriya buku (perpustakaan) untuk rumah pintar. (Pan/Mukhtar/Wan).

Last Updated on Friday, 22 February 2013 07:05
 
Wednesday, 23 January 2013 00:36

PENGHUNI SURGA


Oleh : Drs. H.Lalu Syafi'i, MM

Anakmu, bukan milikmu

Mereka putra putri sang hidup

Lewat engkau mereka lahir

Namun tidak dari engkau

Mereka ada padamu, tapi bukan milikmu

Berikan mereka kasih sayangmu

Tapi jangan pikiranmu

Sebab mereka memiliki pikiran sendiri

Patut kau berikan rumah untuk raganya

Tapi bukan untuk jiwanya

Kau boleh menyerupai mereka

Tapi jangan buat mereka menyerupaimu


........Khalil Gibran.........


Mengapresiasi isi kutipan puisi di atas, dapat disimpulkan bahwa anak adalah titipan Sang Khalik kepada hamba-Nya untuk dibesarkan melalui kasih sayang. Anak adalah makhluk unik yang rindu pada dirinya. Ia adalah jelmaan dari jiwa yang haus kasih sayang. Karena keunikannya tersebut, maka tingkahnya sulit dirasionalkan. Ia akan menjelma menjadi jiwa yang utuh manakala kehalusan budinya disentuh dengan kesabaran, ketulusan, keteduhan jiwa dan lemah lembutnya belaian kasih sayang.


Seorang guru dan penulis buku yang amat kesohor dari Amerika, Torey Hyden. Ia adalah sosok seorang guru yang sangat mencintai profesinya, sabar, tidak pernah mengeluh, dan selalu bersemangat menjalankan tugasnya. Torey Hyden pernah menulis pengalamannya mengajar di daerah pedalaman Amerika, ia memiliki murid yang mengalami permasalahan psikis. Dalam waktu yang singkat, murid-murid yang mengalami permasalahan kejiwaan mampu membangun semangat dan harga diri sehingga menjadi anak yang tumbuh kreatif. Kunci utamanya adalah kasih sayang yang tak terputus. Seperti zat Allah SWT yang Maha Kasih dan Maha Penyayang, tak mengherankan bila Al Quran dari awal hingga akhir dihiasi dengan kata  "Rahman dan Rahim".


Problem apapun yang dialami sang anak, jika didekati dengan kesabaran dan kasih sayang maka permasalahan akan terselesaikan. Jika seorang anak menjadi usil, itulah keunikannya, jika anak membuat sebuah kegaduhan, itulah kelucuannya, jika anak mencari perhatian itulah karakternya, jika anak senang mengganggu temannya, itulah cirinya, jika anak rewel itulah khasnya dan jika anak agresif itulah yang harus terus disemangati.


Yang paling penting untuk dicatat adalah pola pikir anak tidak akan pernah sama dengan pola pikir orang dewasa. Manakala ada pemaksaan pikiran orang dewasa kepada pikiran anak-anak, itu sama artinya dengan merampas hak hidup anak. Betapapun nakalnya, malasnya, manjanya, bodohnya, over acting-nya, ia akan bisa menjadi anak yang baik apabila disemai dan diayomi dengan kasih sayang.


Kasih sayang yang dimaksud menyangkut semua dimensi kehidupan. Kasih sayang dalam keluarga, kasih sayang dengan komunitasnya, kasih sayang dengan lingkungan, kasih sayang dengan binatang dan alam sekitar. Ada contoh menarik di beberapa Sekolah PAUD di Australia. Konsep kasih sayang sangat terasa, termasuk kasih sayang dengan binatang. Setiap kelas dipenuhi dengan berbagai macam miniatur hewan seperti ular, harimmau, kanguru dan binatang buas lainnya. Anak dibiasakan bermain dengan binatang-binatang tersebut. Penanaman nilai yang ditanamkan adalah kesadaran akan hak-hak hidup dalam kebersamaan. Semua makhluk di dunia ini, hidup atas kasih sayang. Sebuas apapun binatang jika didekati dengan sentuhan kasih sayang, ia akan jinak dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Berbeda dengan konsep pendidikan anak-anak kita, jika melihat ular maka spontan mencari kayu dan batu untuk membunuh ular tersebut. Betapa sadisnya konsep pendidikan yang kita terapkan di negara ini .


Masih banyak dijumpai dalam masyarakat, bahwa  ada orang tua yang membesarkan anak dengan pikirannya, bukan kasih sayangnya. Mengapa ?. Karena masih ada sebagian orang tua yang belum mampu membedakan pikiran dan perkembangan jiwa serta emosi  anak dengan pikiran orang dewasa. Seolah-olah pikiran orang tua dengan anak-anaknya sama. Padahal seorang anak memiliki alam pikiran sendiri, perasaan sendiri dengan karakteristik keunikan. Dan keunikan itulah yang harus dipahami, dimengerti, dipelajari oleh setiap orang tua dan Guru.


Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring denga laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletakan dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.


Menurut Netty Prasetyani (Republika online, 7 April 2012), masa kanak-kanak atau sering disebut masa usia dini adalah masa yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai kearifan pada anak.Karena jika masa keemasan ini dilewatkan begitu saja akan merugikan masa depan seorang anak. Kepekaan seorang anak untuk merespon nilai-nilai kehidupan adalah dengan bermain dan pengembangan imajinasi. Itulah sebabnya dunia anak populer dengan dunia bermain dan  bermain merupakan kebutuhan utama dalam pengembangan karakteristik anak.
Pendidikan anak usia dini merupakan suatu pendidikan yang dilakukan pada anak sejak lahir hingga usia delapan tahun. Pemahaman terhadap perkembangan anak adalah faktor penting yang harus dimiliki orang tua dalam rangka optimalisasi potensi anak. Beberapa pemerhati pendidikan seperti Catron dan Allen pernah menyebutkan bahwa terdapat enam aspek perkembangan anak usia dini, yaitu kesadaran personal, kesehatan, emosional, sosialisasi, komunikasi, kognisi dan keterampilan motorik, yang didapat melalui kegiatan bermain serta pengembangan daya imajinasi.


Menurut penelitian para ahli Carnegie Corporation (Jalongo, 2007) menyatakan bahwa perkembangan fungsi otak lebih cepat dan luas sepanjang tahun pertama kehidupan anak, jadi lingkungan yang tidak cocok akan sangat merugikan anak.  Hayes & Ahrens (Jalongo, 2007) juga mengatakan bahwa seorang anak telah menguasai beberapa ribu atau kurang lebih 90% kata-kata dari percakapan yang didengar secara teratur. Bahkan ada keajaiban yang luar biasa terjadi di beberapa tempat. Sebut saja contohnya yang sedang heboh dewasa ini, Farid Abdurrahman berasal dari Kairo Mesir berusia 3 tahun telah mampu menghafal 30 Juz dalam Al-Quran.


Potensi anak usia dini dapat terwujud jika orang tua sangat peduli terhadap perkembangan anaknya dan anak bisa diberi kebebasan untuk dapat mengembangkan bakat atau potensi yang dimilikinya. Berdasarkan pada prinsip perkembangan anak, maka pendidikan anak usia dini harus berdasarkan pada kebutuhan anak, yang disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan dalam masyarakat. Dan nilai-nilai kearifan tersebutlah yang akan membentuk karakter anak sejak dini. Seorang anak akan begitu mudah mencontoh prilaku orang tuanya. Jika orang tua pemarah, maka anak akan menjadi pemarah, jika orang tua perokok, maka anak akan berpotensi menjadi perokok. Jika orang tua sering membohongi anaknya, maka anak akan menjadi seorang pembohong.


Masa depan anak sangat bergantung dari peletakan karakter pada usia dini. Itulah sebabnya maka orang tua dan guru  memilik peran yang sangat strategis dalam berkontribusi menanamkan karakter yang baik kepada anak. Setiap orang tua dan guru harus memahami hak-hak anak serta karakteristik anak. Salah satu sifat orang tua dan guru yang paling fatal adalah sifat pemarah. Karena sifat pemarah dapat membunuh karakter anak. Tidak ada konsep marah dalam mendidik anak, yang ada hanya memberikan motivasi, mencari solusi dan mengarahkan dengan pendampingan. Jika ada orang tua atau guru yang masih marah dalam mendidik anak, itu berarti ia belum siap sebagai orang tua dan belum siap menjadi guru.


Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam merusak pikiran anak adalah sikap kesal. Orang tua setiap saat tidak dibenarkan menunjukkan kekesalan dan penyesalan setiap berhadapan dengan anak dalam kondisi apapun, karena kekesalan dan penyesalan pasti akan menimbulkan kebencian. Hak anak adalah bermain dan kesempatan bermain harus diberikan seluas-luasnya, namun dengan catatan harus ada pendampingan, misalnya anak sering bertanya tentang fenomena alam yang terjadi, mengapa langit itu diatas ?. Mengapa jika berjalan matahari pun seolah-olah ikut berjalan ?. Mengapa air mengalir ke hilir ?. Pertanyaan jenius seperti itu harus terus ditumbuhkan, dengan cara memberikan jawaban yang benar dan sesuai dengan kenyataan alam pikirannya. Akan tetapi jika anak-anak mendapat jawaban yang tidak benar  dan tidak sesuai dengan alam pikirannya, maka dapat membunuh kreatifitas serta daya hayal mereka. Begitu pula jika anak menonton televisi harus dengan pendampingan orang tua agar terjadi proses pemahaman konsep dengan benar, manakala anak menanyakan sesuatu terhadap tayangan televisi yang sedang ditontonnya. Jika anak dibiarkan menonton sendiri tanpa pendampingan maka akan berimplikasi kepada hal-hal negatif terhadap penanaman nilai dalam pemikiran anak. Bahaya yang muncul adalah anak sering meniru adegan-adegan yang ditontonnya, karena anak memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan dan rasa ingin mencoba sesuatu yang baru, itulah sebabnya banyak kasus terjadi pada penyimpangan prilaku anak seperti berkata kasar, menyakiti temannya, dan prilaku penyimpangan lainnya.


Hak berikutnya adalah mengembangkan daya hayal seluas-luasnya. Mengembangkan daya hayal pada usia  dini dapat membangun jiwa inovasi yang tinggi. Daya hayal yang kuat menjadikan anak tumbuh kreatifitasnya. Itulah sebabnya maka anak-anak perlu disentuh dengan dongeng-dongeng yang didalamnya berisi penanaman karakter kebaikan dan keburukan, kejahatan dan kesantunan, keserakahan dan kesabaran. Intinya,  pikiran anak harus dibawa ke alam imajinasi. Dan di situlah ditanamkan konsep kemenangan dan kekalahan. Kebaikan selalu dapat mengalahkan keburukan, kejujuran selalu menang atas keserakahan, dan kerendahan hati pasti menang melawan kesombongan. Mengapa?. Karena kepekaan anak terhadap fenomena alam sering menimbulkan tanda tanya besar yang jawabannya harus diterima dengan alam pikirannya. Marilah kita menjadi orang tua dan guru yang selalu memberikan kasih sayang, karena kasih sayang adalah hak anak yang mutlak diberikan. Jika ketulusan, keikhlasan dan kasih sayang sudah kita berikan, maka saya yakin kita semua adalah PENGHUNI SURGA.


Untuk menutup tulisan ini, maka sebaiknya direnungkan kata-kata bijak yang di ungkapkan oleh Dorothy Law Nattle yang berbunyi, jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia akan belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia akan belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia akan belajar menyesal. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia akan belajar memahami diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan perlakuan yang baik, ia akan belajar adil. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia akan belajar menyenangi diri. Jika anak dibesarkan dengan cinta dan persahabatan, ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan.          



Last Updated on Tuesday, 29 January 2013 02:47
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 19 of 52
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.