Tuesday, 14 May 2013 05:39

RAKOR PENGEMBANGAN & PENDAYAGUNAAN TIK


Rapat Koordinasi (Rakor)  Pengembangan Dan Pendayagunaan  Teknologi Informasi  dan Komunikasi (TIK) untuk Pendidikan tahun 2013, dilaksanakan oleh Pusat Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Pustekkom) Kemdikbud. Bahwa penerapan TIK untuk pendidikan (e-pendidikan)  memiliki dua tantangan besar yaitu pertama  penerapan TIK sebagai "enabler" efektivitas  dan efisiensi proses pendidikan dan kedua  penerapan TIK untuk menghasilkan masyarakat berpengetahuan (knowledge based society)  yaitu masyarakat mandiri  yang mampu mengambil keuntungan dari TIK untuk  mengembangkan diri secara terus menerus  (long life learning) dan meningkatkan produktifitas, demikian dikatakan oleh Ari Santoso. Lanjut  rakor bertujuan untuk meningkatkan dan mendayagunakan TIK dalam implementasi Kurikulum 2013. Dan secara khusus  pula  rakor bertujuan  merumuskan pokok-pokok pikiran tentang kebijakan implementasi Kurikulum 2013, mengkoordinasikan  dan mensinkronisasikan kegiatan pengembangan TIK untuk pendidikan, merumuskan rencana tindak lanjut pengembangan TIK untuk Pendidikan.


Selanjutnya bahwa peserta  rakor  memperoleh materi  tentang kebijakan pendayagunaan TIK untuk pendidikan, tantangan dan peluang TIK program Kurikulum 2013, Implementasi TIK untuk Pendidikan di Daerah, dilanjukan dengan pembagian tugas  komisi. Komisi  satu membahas  Pengitegrasian Infrastruktur TIK untuk Pendidikan,  Komisi dua sinergi pengembangan SDM TIK, Komisi tiga integrasi konten dan resource sharing, Komisi empat sinkronisasi tata kelola dan pemanfaatan TIK untuk pendidikan. Diselah-selah acara kegiatan  bahwa  materi yang di sampaikian kepada peserta rakor oleh Nara sumber Pustekkom, antara lain, Pelaksanaan Kihajar 2013, PPDB Online, Portal Rumah Belajar, Jafung Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP).


Rakor dibuka oleh Sesjen Kemdikbud Prof. Ainun Na'im Ph.D, sementara  Kepala Pustekkom Kemdikbud  Dr. Ari Santoso, DEA, dalam laporannya  bahwa  peserta rakor di ikuti oleh para pejabat struktural dan fungsional dari Pustekkom Kemdikbud, BPMR Jogjakarta, BPMTV Surabaya, BPMP Semarang, Kepala Dinas Dikpora Provinsi dan Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan dari Daerah seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 106 orang. Kegiatan dipusatkan di Novotel Jogjakarta mulai tanggal 12 sampai dengan 15 Mei 2013. (Pan@Wan).

 

 

Last Updated on Thursday, 16 May 2013 04:13
 
Wednesday, 08 May 2013 06:57

Wagub Ir. H. Badrul Munir, MM,

Pembina Upacara Hardiknas Dan OTDA



wagubWakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Badrul Munir MM, bertindak sebagai Pembina upacara peringatan hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei tahun 2013, dan hari Otonomi Daerah  ke 17 tahun 2013, selanjutnya  dalam rangkaian acara  tersebut Badrul Munir  membacakan secara utuh sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Repubilk Indonesia Muhammad Nuh dan Menteri Dalam Negeri  Republik Indonesia  Gamawan Fauzi.


kadisMelalui peringatan hari pendidikan nasional, perkenankan saya, atas nama pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan, serta para pemangku amanah lainnya, atas kepedulian dan perhatian yang diberikan, dalam menumbuhkembangkan dunia pendidikan selama ini. kita berdoa, agar para tokoh dan pejuang pendidikan, yang telah mendahului kita, memperoleh tempat yang layak disisi Allah SWT – Tuhan yang maha kuasa, dan kita semua yang saat ini memperoleh amanah untuk mengelola pendidikan, diberi kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik.


kbalaiDalam kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan ”selamat hari pendidikan nasional”. semoga semua ikhtiar kita, untuk memajukan dunia pendidikan, menjadi semakin berkualitas, dan akses pendidikan bagi rakyat indonesia secara keseluruhan, semakin terbuka dan dapat segera terwujud.


Selanjutnya, atas nama kementerian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia, perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya, atas persoalan penyelenggaraan ujian nasional tingkat sma sederajat, tahun pelajaran 2012/2013. hal ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga, dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.


Dalam perspektif sosial kemasyarakatan, ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya, yaitu kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan peradaban. bagaimana caranya menaikkan daya tahan sosial, agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut ? jawabannya adalah, pendidikan, sekali lagi pendidikan. oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.

siswa

Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk meningkatkan status sosial. dua hal itulah, yang melatarbelakangi tema peringatan hari pendidikan nasional tahun ini, yaitu ”meningkatkan kualitas dan akses berkeadilan”. kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu, sehingga kita terhindar dari tiga penyakit tersebut, sekaligus mampu meningkatkan status sosial, dan kualitas hidup kita.


Tema yang diusung tersebut, merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat, dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. layanan pendidikan, haruslah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sesuai prinsip pendidikan, yaitu pendidikan untuk semua (education for all), tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan.


Undang-undang dasar republik indonesia tahun 1945 mengamanatkan, setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dasar, dan negara wajib membiayainya. oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat, telah berusaha memenuhi amanat tersebut, melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh indonesia, termasuk di daerah 3 T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

 

 

pengerekdikpora

Sebagaimana kita ketahui, akses pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan satuan pendidikan, dan keterjangkauan dari sisi pembiayaan. untuk itu, pemerintah terus menerus menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak, termasuk didalamnya pengiriman guru melalui program sarjana mendidik di daerah 3 T (SM3T).


Dari sisi keterjangkauan, pemerintah telah menyiapkan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN), bantuan siswa miskin (BSM), bidik misi dan beasiswa. pada tahun 2013 ini, telah disiapkan anggaran 7,8 triliun rupiah untuk bantuan siswa miskin.


Sejak dua tahun terakhir, telah dibuka beberapa perguruan tinggi negeri (termasuk akademi komunitas), di daerah perbatasan dan beberapa daerah strategis. selain sebagai upaya penyebaran pusat unggulan perguruan tinggi, juga berperan sebagai sabuk pengaman sosial dan politik, bagi keutuhan negara kesatuan republik indonesia.


Dalam kesempatan ini, saya mengajak semua pencinta dunia pendidikan, untuk bersama-sama membuka posko anti drop out atau anti putus sekolah, pada awal tahun pelajaran nanti. kita harus memastikan, agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke pendidikan menengah.


Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, insya allah mulai tahun pelajaran 2013/2014, akan diterapkan kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah, secara bertahap dan terbatas.


Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan disemua kelas disetiap jenjang, tetapi hanya dikelas  satu dan kelas empat untuk jenjang sd, dan kelas tujuh untuk smp, serta kelas sepuluh untuk sma dan smk. terbatas diartikan, bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.


Kurikulum 2013 ini, dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. hal ini penting, dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21, dan menyiapkan generasi emas 2045.


Mari kita tingkatkan upaya dan keikhlasan kita, dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. saya ucapkan selamat memperingati hari pendidikan nasional, kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan, di seluruh tanah air. semoga apa yang kita lakukan dalam dunia pendidikan selama ini, menjadi bagian dari amal ibadah kita.


Pada upacara bendera hari ini, dirangkaikan juga dengan peringatan hari otonomi daerah ke-17, yang sejatinya diperingati pada tanggal 25 April 2013 lalu. tema yang diusung adalah, "dengan otonomi daerah, kita tingkatkan kapasitas pemerintahan daerah, untuk percepatan kesejahteraan masyarakat".


Tema ini menyemangati, bahwa kapasitas penyelenggara pemerintahan daerah, harus terus ditingkatkan, sebagai konsekuensi perubahan lingkungan strategis, sehingga dapat kompatibel, tangguh dan handal, dalam melakukan urusan-urusan dan fungsi­-fungsi pelayanannya, untuk semata-mata kesejahteraan masyarakat.


Diharapkan melalui peringatan hari otonomi daerah ini, menjadi media bagi jajaran pemerintah dan pemerintahan daerah, untuk semakin memperkokoh tanggung jawab dan kesadaran bersama, terhadap amanah serta tugas, untuk memberdayakan prinsip-prinsip otonomi daerah, dalam mewujudkan daerah, agar menjadi lebih mandiri, maju dan sejahtera, dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia.


Semoga dengan semangat peringatan hari otonomi daerah, setiap pemangku amanah dapat merefleksikan kembali makna otonomi daerah, sekaligus menjadi spirit untuk melakukan yang terbaik bagi negeri ini, daerah adalah daerahnya pusat - pusat adalah pusatnya daerah.


pemimpinDetik detik terakhir ketika upaca bendera selesai, Wagub Badrul Munir juga menyampaikan penghargaan dan ucapan  terima kasih atas nama pemerintah daerah dan pribadi kepada petugas upcara, karena upacara hari ini  adalah semuanya  kaum perempuan. Ini terbukti bahwa kaum perempuan  di Nusa Tenggara Barat mampu bersaing dengan kaum perempuan di daerah lain. Pan@Heny (Photo.Hayyi@Wan)


Last Updated on Monday, 13 May 2013 05:16
 
Tuesday, 07 May 2013 07:53

GALERI HARDIKNAS 2013


klik gambar


klik disini

GALERI HARDIKNAS 2013

Last Updated on Tuesday, 07 May 2013 08:01
 
Thursday, 02 May 2013 03:25

GURU, OH...GURU !!!


Oleh Drs. H. Lalu Safi'i, MM


Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2013 sudah diambang pintu. Tentu akan menjadi hari yang membahagiakan sekaligus hari yang bersejarah bagi dunia pendidikan. Momen itulah yang tepat untuk bercermin atas dinamika dunia pendidikan.


Tentu semua orang sepakat, bahwa berbicara tentang mutu pendidikan tidak pernah terlepas dari mutu dan profesionalisme guru. Itulah sebabnya penulis tergelitik untuk mencoba mengurai perspektif peran dan fungsi keberadaan guru, karena guru merupakan tokoh sentral dalam menentukan mutu pendidikan.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poerwadarminta, disebutkan bahwa kata guru berarti orang yang kerjanya mengajar dan selalu dicontoh (Kamus Besar Bahasa Indonesia : 335). Dalam bahasa jawa, guru berarti digugu dan ditiru. Digugu artinya menjadi tempat menimba ilmu atau tempat bertanya, sedangkan ditiru artinya diikuti seluruh tindak tanduknya. Menurut Koentjoro, dalam meningkatkan mutu pendidikan, sangat dibutuhkan tenaga guru yang handal, artinya guru harus memiliki wawasan ke depan, berwibawa dan memiliki moral yang terpuji.


 

Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, dijelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru merupakan key person in the classroom, dan perannya tak dapat tergantikan. Guru juga wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Last Updated on Thursday, 02 May 2013 07:04
Selengkapnya...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 19 of 54
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.