105 ORANG  PEMUDA   MENGIKUTI  PELATIHAN  KREATIFITAS

 


karya lidiTerpilih  sebanyak  105 orang  Pemuda  se- Nusa Tenggara Barat  mengikuti  Pelatihan   Bidang Kreatifitas Pemuda,  hal ini disampaikan oleh  Sekretaris Dinas Dikpora  Provinsi,  Drs. H. Imhal  ketika pembukaan pelatihan di Aula Handayani  kemarin (Senin  27 Mei  2013). Unsur pemuda yang mengikuti pelatihan  berasal dari;  KNPI, PCMI, Pramuka, PPI, PSP3, RMI, Karang Taruna, PPMI, Aliansi Kebangsaan, Dewan Amanat Mataram, Green Yout NTB, Forum Pemuda, PPI Mataram dan  Kosgoro.


Menurut  Imhal  bahwa  terkait dengan  pengembangan kreatifitas pemuda, melalui Asdep Peningkatan Kreatifitas Pemuda,  Deputi  Pemberdayaan Pemuda Republik Indonesia   berupaya  menfasilitasi kegiatan-kegiatan  kepemudaan di daerah  yang sifatnya  untuk kreatifitas dan pelatihan   kreatifitas  yang mempunyai dampak positif  terhadap lingkungannya  maupun masyarakat secara luas, ungkapnya.

karyakarya pemuda

Kegiatan pelatihan ini juga tidak terlepas dari kondisi daerah masing-masing sehingga  disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal, materinya  adalah  pelatihan bidang kreatifitas pemuda  “ KERAJINAN TANGAN  BERBAHAN  LIDI ”.


Bahwa  Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat  melalui Bidang Pemuda Dan Olahraga,  tujuan  dilaksanakan pelatihan bidang kreatifitas pemuda  tahun ini adalah dalam rangka upaya meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam membangun dirinya, masayakat, Bangsa dan Negara termasuk pemberian kesempatan yang sama  terhadap pemuda untuk berkreatifitas serta pengembangan potensi pemuda.


pemuda kreatifBidang Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat  kerjasama dengan  Tutor lokal,  dalam pelaksanaan pelatihan  tersebut  adalah melibatkan  tiga orang nara sumber; yaitu I GST AYU JELANTIK  (Ibu Rumah Tangga),  Made Yase (Suami) dan Muhamad Ali  yang berprofesi sebagai guru di  SD Sekotong Tengah Lombok Barat. Dan  dari  ketiga  nara sumber ketika ditanya  beliau  mengakui ada  sebagai, penjual  dan  pengerajin  INGKE (Piring Lidi).


Sementara dari salah  peserta  pelatihan ketika  di wawancara dengan ICA (Purna Paskibraka Indonesia 2008,  mengakui  bahwa dalam rangka  mengikuti pelatihan ini  akan menambah wawasan, pengalaman, bisa berbagi  kepada  teman-teman pemuda lainnya, untuk mengisi kekosongan waktu  karena  membuat INGKE ini adalah proses untuk membuatnya sangat mudah, kita  memperoleh bahannya ada disekitar, kemudian  murah untuk  mendapatkan materialnya dan ramah terhadap lingkungan, jelas ICA. (Pan/Wan/Opiq)

 

Informasi Tentang Kalender Pendidikan  Dan PPDB Tahun Pelajaran 2013/2014


  • Kalender Pendidikan Sekolah /Madrasah Tahun Pelajaran 2013
  • Jumlah Hari Non Efektif dan Hari Efektif Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2013/2014
  • Uraian  Kalender Pendidikan Sekolah/Madrasah
  • Uraian Jadwal Peserta Didik Baru (PAUD,SD/SDLB,SMP/SMPT/SMPLB,SMA DAN SMK TAHUN PELAJARAN 2013/2014)
  • Petunjuk  Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk PAUD,SD/SDLB,SMP/SMPT/SMPLB,SMA DAN SMK TAHUN PELAJARAN 2013/2014

File bisa di download disini... klik disini

download

 
Thursday, 23 May 2013 02:56

MINAT BACA DAN MUSIBAH BAGI GENERASI BANGSA

Oleh :

Drs. H. Lalu Syafi'i, MM

Kepala Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat

 

kadis dikpora prov NTBRajin membaca banyak tahu, malas membaca sok tahu, ungkapan tersebut merupakan motto dari Komunitas Minat Baca Indonesia. Secara umum minat baca bangsa Indonesia, terutama anak-anak relatif rendah. Jika dibandingkan dengan minat baca para remaja di negara-negara berkembang lainnya. Pembudayaan minat baca belum merupakan sesuatu yang menjadi kebutuhan dan dianggap paling penting dalam kehidupan masyarakat. Padahal di sisi lain dikenal ungkapan bahwa membaca buku sama dengan membuka jendela dunia. Artinya maju mundurnya sebuah bangsa dapat diukur dari tingkat kemampuan membaca generasi mudanya.


Minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Indikator lemahnya minat baca tersebut dapat dilihat dari rasio perbandingan penduduk dengan jumlah surat kabar. Menurut data dari Komunitas Minat Baca Indonesia, perbandingan penduduk dan surat kabar di Indonesia sangat tidak sebanding. Berdasarkan pendataan terakhir pada tahun 1999, perbandingannya mencapai 1:43. Artinya ,jumlah penduduk mencapai 207 juta jiwa, sedangkan jumlah surat kabar hanya 4,8 juta. Begitu juga, berdasarkan hasil penelitian dari Lembaga Independen Dunia, pada tahun 2003 menunujukkan data yang sangat mencengangkan. Betapa rendahnya posisi negara kita yang telah merdeka selama 67 tahun dalam hal minat baca. Indonesia menempati posisi nomor urut 112 dari 175 negara jauh tertinggal dari negara Malaysia dan Singapura. Penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun 2012 dalam Indeks Daya Saing Global, Indonesia berada di urutan ke-50 di bawah Malaysia (peringkat 25), Brunai 28 dan Thailand 38. Di peringat 1 Swiss dan ke-2 Singapura.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi masa depan bangsa. Betapa lemahnya bangsa Indonesia jika tidak ada upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan minat baca secara sistematis dan konstruktif. Bahkan fakta yang lebih memprihatinkan lagi yakni ada kecenderungan penduduk Indonesia lebih banyak mencari informasi dari televisi dan radio ketimbang buku atau media baca lainnya. Laporan bank Dunia no.16369-IND (Education in Indonesi from Crisis to recovery) menyebutkan bahwa tingkat membaca usia kelas VI Sekolah Dasar di Indonesia hanya mampu meraih skor 51,7 di bawah Filipina (52,6), Thailand (65,1) dan Singapura (74,0).


Data Badan Pusat Statistik tahun 2006 menunjukan bahwa penduduk Indonesia yang menjadikan aktifitas membaca sebagai sumber informasi baru sekitar 23,5%. Sedangkan yang menonton televisi 85,9% dan mendengarkan radio 40,3%. Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik (BPS), pada tahun 2006, tercatat penduduk dengan usia di atas 10 tahun yang menonton TV jumlahnya 85,86% dan yang membaca surat kabar 23,46%. Selanjutnya pada tahun 2009, penduduk yang menonton TV mencapai 90,27% dan membaca surat kabar 18,94%. Terakhir pada tahun 2012 menunjukkan, penduduk yang menonton TV berjumlah 91,68% dan yang membaca surat kabar berjumlah 17,66% (Sumber : Data BPS Tahun 2006).


Dari data tersebut, minat baca masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kemerosotan, bahkan membahayakan. Jika kejadian ini tidak segera diantisipasi, maka akan terjadi malapetaka yang sangat dahsyat bagi peletakan nilai-nilai karakter kemajuan generasi masa depan. Sedangkan di sisi lain, ditemukan fakta bahwa minat masyarakat terhadap budaya menonton semakin meningkat.


Menurut Sabarudin, Ketua Komunitas Minat Baca Indonesia yang termuat pada Koran Republika terbitan 24 September 2004 menyatakan, bahwa kondisi Indonesia sangat membahayakan karena lemahnya minat baca masyarakat. Menurutnya saat ini masyarakat Indonesia sedang berada pada posisi masyarakat yang sulit menerima pembaharuan, karena kurang kritis dan kurang cerdas, akibat dari lemahnya budaya baca. Jika hal ini dibiarkan, maka diprediksi masyarakat akan berada pada kondisi masyarakat yang sok tahu, sulit menerima pendapat orang lain, dan memiliki daya nalar yang rendah serta struktur berpikir sistemik yang lemah pula.


Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menanamkan minat baca sejak anak-anak usia dini. Penanaman minat baca sejak usia dini bisa dilaksanakan di rumah maupun  di sekolah dan di masyarakat. Di sinilah peran pemerintah untuk membuat kebijakan yang mengarah pada penanaman nilai-nilai minat baca di seluruh lapisan masyarakat.


Ikhtiar lain yang dapat dilakukan adalah peletakan nilai dasar karakter budaya baca dimulai dari pembinaan di rumah tangga, dengan membiasakan anak bermain dengan buku, pembiasaan sikap akrab dengan buku. Orang tua harus menjadi teladan yang baik dalam hal membaca. Suasana rumah harus menggambarkan kondisi keluarga pecinta buku, dengan membuat perpustakaan mini. Begitu juga pada tingkat RT/RW perlu ada perpustakaan tingkat RT/RW yang mampu di akses oleh seluruh warga dengan mudah dan murah.


Peran yang tidak kalah pentingnya adalah peran dari berbagai elemen masyarakat seperti pegiat, relawan, tokoh masyarakat, pecinta buku, penulis dengan mengadakan berbagai kegiatan yang mengarah pada peningkatan dan pemberdayaan minat baca.


Ada beberapa pemikiran  yang diajukan dalam tulisan ini dan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya minat baca.

Pertama, jadikan membaca sebagai kebiasaan yang dilakukan tanpa henti mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali setiap hari.

Kedua, tanamkan keyakinan bahwa hanya dengan membaca akan dapat menumbuhkan kemampuan untuk berpikir kreatif, kritis, analitis dan imajinatif. Dengan membaca, maka akan mempunyai nilai lebih untuk membangun imjinasi, berkarya, dan kritis terhadap suatu keadaan. Tidak mudah menerima opini,  gagasan dari orang lain secara mentah, tanpa ada kajian secara ilmiah dan alasan akademis. Serta membiasakan diri memberi dan menerima argumen dari sumber tertulis.


Ketiga, harus disadari bahwa dengan membaca, seseorang akan mempunyai pemikiran, pandangan, wawasan dan pengalaman yang berbeda dengan orang lain yang tidak membaca. Orang yang gemar membaca cenderung mempunyai pemikiran yang bersifat solutif terhadap berbagai permasalahan yang dialaminya. Bandingkan dengan yang tidak gemar membaca, maka akan ada perbedaan dalam wawasan berpikir, cakrawala berargumen dan sikap memaknai konsep serta nilai - nilai keragaman.


Oleh karena itu, membudayakan membaca menjadi kewajiban bersama sebagai warga negara terutama bagi generasi muda bangsa. Jika hal ini terjadi, maka akan menjadikan bangsa Indonesia memiliki masa depan yang tangguh, cerdas, bermartabat dan mampu menghadapi tantangan zaman.


Peran sekolah menjadi penting dan strategis. Sekolah adalah dunia formal pertama yang dihadapi oleh peserta didik untuk mendapatkan inovasi dalam hal penanaman nilai-nilai minat baca. Sampai saat ini, di sekolah belum tergambar bagaimana sistem penanaman nilai minat baca yang terstruktur dan terukur. Begitu juga dengan sistem penilaian terhadap minat baca siswa secara konkret belum terstandar di sekolah. Saat ini setiap sekolah memiliki cara yang berbeda dalam hal penanaman minat baca, sangat tergantung dari kreatifitas guru dan Kepala Sekolahnya. Kedepan hal ini tidak boleh terjadi, pemerintah harus menetapkan kebijakan dan komitmen dengan payung hukum yang kuat seperti Undang-undang, Keputusan Presiden atau Peraturan Daerah di setiap daerah untuk dijadikan panduan oleh sekolah dan guru dalam hal penanaman nilai-nilai minat baca secara terpadu, holistik dan memiliki daya ungkit yang kuat untuk menumbuhkan minat baca siswa.


Menurut Prof. Dr. Riris K. Toha Sarumpaet, Guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia memandang, saat ini sekolah belum optimal sebagai tempat untuk menumbuhkan minat baca anak didik. Hal ini, menurut dia, tidak terlepas dari kurikulum pendidikan. Kurikulum yang terlalu padat membuat siswa tidak punya waktu untuk membaca. Belum lagi harus mengerjakan PR.(Republika, 24 Desember 2007).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penanaman budaya minat baca akan dapat terbangun dengan baik jika ada komitmen yang sungguh-sungguh dari pengambil kebijakan. Budaya membaca dapat ditanamkan mulai dari rumah tangga, sekolah dan masyarakat.(pan@wan)

Last Updated on Thursday, 23 May 2013 03:02
 
Tuesday, 21 May 2013 23:23

KUIS KIHAJAR  HADIAH TOTAL  DUA RATUS JUTA RUPIAH

 

kihajarPusat Teknologi Informasi Dan Komunikasi  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemdikbud) melaksanakan lomba Kuis Kita Harus Belajar (KIHAJAR) tahun pelajaran 2013, dengan hadiah total dua ratus juta rupiah. Peserta kuis  adalah siswa SD, SMP, SMA sederajat, dengan syarat melalui informasi dan registrasi, ke alamat web: http://belajar.kemdikbud.go.id atau http://tve.kemdikbud.go.id dan http://suaraedukasi.kemdikbud.go.id

 

 

Kuis Kihajar bisa juga melalui SMS 08131099447 lalu ketik :nama#jenjang#sekolah#alamatsekolah#provinsi. keterangan jenjang :1 (SD); 2 (SMP); 3 (SMA). contoh :agus#2#smpn2 mataram#jl.pejanggik no 15 #kota mataram. Bisa juga ke nomor telpon bebas pulsa : 080014033047 (pukul 09.00 - 16.00 wib) atau melalui fecebook:tvedukasi.


Cara menjawab pertanyaan kuis Kihajar yang perlu diperhatikan oleh peserta sebagai berikut.

  • Melaui web : login ke alamat http://tve.kemdikbud.go.id/ kemudian kerjakan soal kuis secara online
  • Melalui SMS : ikuti kuis harian TV Edukasi dan adio Streaming TV Edukasi, ketik PIN (spasi) kode soal (spasi) jawaban
  • Melalui telepon: ikuti kuis harian TV Edukasi dan Streaming TV Edukasi dan jawab pertanyaan dengan telepon bebas pulsa ke nomor 08001403047.
  • Hal lain  untuk diketahui bahwa keterangan SMS dan Telepon ditayangkan melalui TV Edukasi, Stremaing TV Edukasi, mulai tanggal 3 Juni sampai dengan 25 Oktober 2013.

 

Peserta  terbaik perjenjang berhak mengikuti Kuis KIHAJAR tahun 2013 ke tingkat Nasional di Jakarta, semoga berhasil, ikuti dan tunjukkan kemampuanmu, tujunjukan bakatmu, raih prestasimu.Sumber Leaflet Pustekkom 2013 (Pan@Wan).

Last Updated on Wednesday, 22 May 2013 00:30
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 14 of 50
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.