Written by ADMIN   
Thursday, 06 February 2014 03:40

 

Prof. MUHAMMAD BUSYRO MUQODDAS,

MENGAJAK BERANTAS KORUPSI

MELALUI PENDIDIKAN  BUDI PEKERTI

 

BTKP. Acara  sosialisasi memberatas korupsi  yang dilaksanakan oleh Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberikan pencerahan kepada  tenaga pendidik dan kependidikan  tentang  konsep pendidikan  melawan  Korupsi.


Hal ini disampaikan secara langsung oleh Pimpinan Komisi Pemberatasan Korupsi Prof. Muhammad Busyro  Muqoddas, di Hotel Lombok Raya, Rabu (5/2-2014). Lanjut Busyro, dalam sambutannya  bahwa kegiatan ini adalah merupakan salah satu bentuk  “ibadah sosial” kepada bangsa dan negara yang tercinta ungkap Busyro. Tugas mulia ini Busyro berpendapat memberatas korupsi  upayanya adalah  melalui   “Pendidikan”.


Dicontohkan kepada beberapa tokoh  nasional  yang memiliki integritas artinya satunya ucapan dan perbuatan atau dalam bahasa sehari-hari di masyarakat integritas  bisa pula  diartikan sebagai kejujuran atau ketidak munafikan. Tokoh dimaksud seperti;  Bungkarno, Bung Hatta, H. Agus Salim, H.OS Cokroaminoto, KI. H. Mansyur, dan tokoh-tokoh tersebut sangat dekat dengan guru, jelasnya.


Pesan Prof. Busyro, bahwa melawan kopursi mengatakan pendidikan anti korupsi hendaknya bapak/ibu guru/dosen, memberikan  materi pelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku  untuk semua jenjang, jenis dan jalur pendidikan,  secara tematik  melalui  proses pendidikan yang utuh.


Ditegaskan hal  itu perlu diberikan untuk siswa/siswi/mhsnya tentang   materi ajar yang bermuatan edukasi  yakni; anti korupsi, kejujuran, bertanggungjawab, kerja keras, berakhlak mulia, ini  semua diarahkan kepada semua anak dan peserta didik/mahasiswa, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI), Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah hingga  di Perguruan Tinggi, tutur Busyro.


Beberapa perhatian sebagai catatan kita dalam buku Panduan Pemberatasan Korupsi, tentang srtategis pemberatasan korupsi yang harus dilakukan bersamaan; adalah melalui strategis respresif KPK menyeret  koruptor ke meja hijau, membacakan tuntutan, menghadirkan saksi-saksi dan alat bukti yang menguatkan; perbaikan sistem dilakukan untuk mengurangi potensi korup. Caranya dengan kajian sistem, penataan pelayanan publik melalui koordinasi/supervisi pencegahan, serta mendorong transparansi penyelenggara negara; edukasi dan kampanye adalah sebagai dari upaya pencegahan, kampanye dan edukasi memiliki peran strategis dalam pemberantasan  korupsi. Melalui  kampanye dan edukasi  KPK berusaha membangun perilaku dan budaya anti korupsi, hal ini dilakukan mulai dari anak usia dini, taman kanak-kana, pendidikan dasar dan menengah juga mahasiswa serta masyarakat.


Agenda kegiatan dilaksanakan dengan susunan acara, sosilaisasi, penayangan animasi shoo tentang pendidikan anti  korupsi dilanjukan dengan diskusi kelompok   melibatkan  semua peserta.


Dalam laporan kepala Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H.Imhal; melaporkan bahwa peserta yang hadir untuk mengikuti acara tersebut sebanyak lima puluh orang dari unsur; pejabat sturktural lingkup Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Provinsi,  Dinas Pendidikan Kota Mataram,  Pejabat fungsional Perencana Dinas Dikpora Provinsi dan Kepala Sekolah, TK/SD/SMA/SMK, dan Guru, Se-Kota Mataram, Mahasiswa, Komunitas Guru serta Pemuda. (Pandri@Wawan).

 

Last Updated on Sunday, 16 February 2014 23:36
 

 

LOMBA MENULIS SURAT REMAJA NASIONAL 2014

 


lomba-menulisDalam rangka partisipasi Indonesia pada International Letter-Writing Competition for Young People 2014Write a letter describing how music can touch lives” yang dilaksanakan oleh Universal Postal Union (Penghimpunan Pos Sedunia), Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, akan menyelenggarakan Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2014 pada 28 Januari s.d 28 Februari 2014.

Tema kegiatan Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2014 disesuaikan dengan tema  International Letter-Writing Competition for Young People 2014

“Tulislah sebuah surat yang menceritakan bagaimana musik dapat menyentuh kehidupan”

 

1.Persyaratan Peserta

  1. Remaja yang berusia maksimal 15 tahun terhitung sampai dengan 30 April 2014.

  2. Warga Negara Indonesia

  3. Peserta belum pernah menjadi Pemenang I, II, dan III pada Lomba Menulis Surat Remaja Nasional Tahun 2012 dan 2013.Setiap peserta hanya boleh mengajukan satu surat (Karangan).

 

2.Persyaratan Surat

  1. Isi surat sesuai dengan tema yang telah ditetapkan.

  2. Surat yang ditulis terdiri atas antara 500 s.d 800 kata.

  3. Surat ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku

  4. Asli, bukan terjemahan/saduran, dan belum pernah dilombakan/dipublikasikan.

  5. Penulisan surat dapat menggunakan mesin tik, komputer, atau dengan tulis tangan.

  6. Peserta tunanetra mengirimkan hasil karyanya dalam huruf Braille dengan menyertakan transkrip huruf latin.

  7. Bentuk dan teknik penyajian surat dilakukan sesuai dengan tata penulisan surat pada umumnya, misalnya pencantuman tempat dan tanggal pengiriman, alamat surat yang dituju, salam pembuka/penutup, dan tanda tangan pengirim surat.

  8. Surat dapat ditujukan kepada seseorang/tokoh atau benda tertentu sesuai dengan imajinasi peserta (Contoh: Guru musikku yang kubanggakan, Biolaku yang kusayang, atau yang lainnya).

  9. Isi surat yang bercerita tentang musik (Musik tradisional, nasional atau internasional) yang dapat menyentuh kehidupan

 

3.Pengiriman surat

  1. Pengiriman surat (naskah karangan) sesuiai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yakni batas pengirima surat 28 Februari 2014 (cap pos).

  2. Peserta wajib menyartakan fotokopi identitas diri (misalnya kartu pelajar, surat pengantar/keterangan dari yang berwenang) yang sah dan mencantumkan data diri lainnya sebagaimana disebutkan dalam formulir terlampir yang diunduh (download) melalui laman (website) Kementrian Komunikasi dan Informatika (www.kominfo.go.id), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (www.Kemdikbud.go.id), dan PT Pos Indonesia (www.Posindonesia.co.id).

  3. Surat (naskah karangan) dikirimkan kepada:

Panitia Lomba Menulis Surat Remaja Nasional Tahun 2014

Alamat; Direktorat Pos, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika

Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gedung Sapta Pesona, Lantai 6

Jalan Medan Merdeka Barat No.17 Jakarta 10110 PO BOX 888 Jakarta Pusat


4.Mekanisme Penilaian

  1. Surat yang masuk akan dinilai oleh Dewan Juri yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika.

  2. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria: Aspek bentuk dan kerapian, penerapan kaidah bahasa, kesesuaian isi dengan tema, serta gaya penyajian.

  3. Penilaian tahap pertama akan dilakukan pada 18-19 Maret 2014 dan pengumuman nominasi pemenang pada 20 Maret 2014. Peserta yang masuk nominasi akan mengikuti pengujian tahap berikutnya pada 27-28 Maret 2014.

  4. Dewan juri akan melakukan Validasi keabsahan karya nominasi pemenang lomba melalui Tanya jawab atau wawancara.

  5. Peserta nominasi akan mendapat pembekalan (tutorial, pencerahan) dari narasumber mengenai teknik, bahasa, dan penulisan surat.

  6. Setelah mendapat pembekalan, peserta nominasi diminta kembali membuat /menulis surat (pengujian langsung) untuk menetapkan 3 surat/peserta terbaik, yaitu pemenang I,II dan III

  7. Pengumuman nama pemenang I,II, dan III akan dilakukan pada tanggal 29 Maret 2014 dan dapat dilihat melalui website Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , atau PT Pos Indonesia.

  8. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

 

5.Penghargaan

Para pemenang lomba akan diberi penghargaan berupa trofi, sertifikat, dan kompensasi hak cipta penulisan dalam bentuk uang tunai dengan perincian sebagai berikut:

Pemenang I : sebesar Rp 12.000.000 Pemenang II : sebesar Rp 10.000.000

Pemenang III: sebesar Rp 9.000.000, b. Kompensasi tersebut akan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


6.Tindak Lanjut

Surat terbaik (pemenang) pertama akan dikirimkan ke International Bureau Universal Postal Union (UPU) untuk diikutsertakan dalam International Letter-Writing Comnpetition for Young People 2014.

Penghargaan yang disediakan oleh UPU berupa medali emas bagi pemenang I, medali perak bagi pemenang II, dan mendali perunggu bagi pemenang III, serta sertifikat dan hadiah lainnya.

Penyerahan penghargaan dan hadiah tersebut direncanakan akan dilakukan pada Hari Pos Sedunia, 9 Oktober 2014.


7.Penyelenggara

Panitia penyelenggara Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2014 adalahl Direktorat Jendral Penyelenggara Informatika. Panitia ini mempunyai hak tidak terbatas dan berkesinambungan terhadap karya cipta surat-surat yang dilombakan untuk mengedit, mendistribusikan, mereproduksi, dan/atau menerjemahkannya ke dalam bahasa lain.

Alamat Panitia Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2014

Direktorat Pos

Direktorat Jendral Penyelenggara Pos dan Informatika

Kementrian Komunikasi dan Informarmatika

Jalan Medan Merdeka Barat No.17, Jakarta 10110

Telpn. 0213835927, Faks. 0213862870

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 
Tuesday, 04 February 2014 02:31

 

NUSA TENGGARA  BARAT TUAN RUMAH

OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 2014

 

BTKP. Sesuai surat edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. ZAINUL MAJDI,  Nomor.420/07/Dikpora tanggal 10 Januari 2014, bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah   pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang  (9/2014).


Surat dimaksud ditujukan kepada Bupati/Wali Kota Se - Nusa Tenggara Barat, bahwa serangkaian dengan kegiatan  tersebut;  Pertama Kabupaten/Kota melakukan Penjaringan/inventariasi peserta didik yang memiliki potensi unggul dalam mata lomba Olimpiade Sains di masing-masing sekolah/madrasah; Kedua Kabupaten/Kota melakukan pembina kepada sekolah/madrasah dan peserta didik untuk melakukan seleksi di wilayah masing-masing secara berjenjang paling lambat awal bulan Maret 2014; Ketiga Hasil seleksi/lomba Olimpiade Sains di tingkat Kabupaten/Kota akan di tindaklanjuti untuk mengikuti pembinaan Olimpiade Sains di Tingkat Provinsi sekitar bulan April 2014; dan Ke-empat  mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari sekolah, peserta didik, masyarakat dan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dalam mensukseskan kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dimaksud.


Pada lampiran surat Gubernur Nusa Tenggara Barat  Dr. TGH. M. ZAINUL MAJDI, bahwa  mata pelajaran (Mapel) sebagai materi  lomba dalam pelaksanaan  Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun ini,  untuk  jenjang pendidikan Sekolah Dasar (Mapel Matematika dan IPA), SDLB (Mapel Matematika, IPA dan MIPA), SMP/M.Ts (Mapel Matematika, Fika, Bilogi, IPS), SMPLB (Mapel Matematika, IPA, MIPA, Komputer/Inforamatika, Kewirausahaan), SMA/MA (Mapel Matematika, Fisika, Kimia, Komputer/Informatika, Biologi, Astonomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi) SMALB (Mapel  Matematika, IPA, Karya Ilmiah),  SMK (Mapel Matematika Terapan, Matematika Non Teknologi, Fisika Terapan, Biologi Terapan, Kimia Terapan). Pandri@Wawan.

Last Updated on Tuesday, 04 February 2014 03:27
 

SUKSESKAN UJIAN NASIONAL 2014

OLEH. Drs. H. Imhal

 

kadisUjian Nasional/Ujian Sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka memacu percepatan pemerataan mutu pendidikan. Ujian Nasional selain berfungsi untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi lulusan dalam mata pelajaran tertentu, serta pemerataan mutu pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, juga berfungsi sebagai motivator bagi pihak-pihak terkait untuk bekerja lebih optimal, guna mencapai hasil ujian yang baik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dengan adanya ujian nasional, siswa terdorong untuk belajar lebih baik dan guru terdorong untuk mengajar lebih baik pula.


Dari perspektif yang lain, informasi tentang peta hasil ujian Nasional dapat digunakan sebagai umpan balik bagi semua pihak terkait dalam rangka memperbaiki kinerja masing-masing. Oleh karena itu, peta hasil Ujian Nasional merupakan bahan informasi yang perlu dikaji secara mendalam oleh semua pihak dalam rangka memperbaiki pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.


Dalam PP 19/2005 (jo, PP/32/2013) tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai salah satu petimbangan untuk 1) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, 2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, 3) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/ atau satuan pendidikan, 4) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ujian nasional adalah instrumen untuk memastikan bahwa setiap lulusan telah memenuhi tuntutan standar nasional.


JADWAL UJIAN

Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2014 untuk SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/ Program Paket C dilaksanakan tgl 14 s.d 16 April 2014, UN susulan 22 April s.d 24 April 2014. Jadwal Ujian untuk SMP/ MTs/ SMPLB/ Paket B/Wustha tanggal 5 s.d 8 Mei 2013, UN Susulan 12 s.d 16 Mei 2014. Jadwal ujian untuk SD/MI/ SDLB/ Paket A/Ula tanggal 19 s.d 21 Mei 2014, Ujian Sekolah Susulan tanggal 26 s.d 28 Mei 2014.


KRITERIA KELULUSAN

Sesuai Peraturan Mendikbud RI nomor 97 tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan peserta didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madraah/ Pendidikan Kesetaraan Ujian Nasional Tahun pelajaran 2013/2014, Kriteria kelulusan peserta didik untuk Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan adalah: a) Nilai Akhir setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan paling rendah 4,0 (empat koma nol); dan b) rata-rata Nilai Akhir (NA) untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima).


Kelulusan peserta didik dari: a) SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK/MAK ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru, b) Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan tutor bersama Pamong Belajar pada SKB Pembina.


Sesuai Peraturan Kepala Balitbang Kemdikbud nomor 001/H/HK/2014 tentang POS Penyelenggaraan Ujian Sekolah/ Ujian Madrasah pada SD/MI/ SDLB/ program Paket A/Ula Tahun Pelajaran 2013/2014,


Kelulusan dari Ujian Sekolah/Madrasah dan Kelulusan dari Satuan Pendidikan adalah :

1) Peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M; 2) Kriteria kelulusan US/M ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanan US/M yang mencakup: a) nilai minimal setiap mata pelajaran US/M; dan b). nilai rata-rata minimal mata pelajaran US/M.


1. Kelulusan Peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan melalui rapat pendidik setelah: a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b) memeroleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal; dan c) lulus US/M.

2. Kriteria peserta didik memeroleh nilai baik untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal ditentukan oleh pendidik melalui rapat pendidik tingkat  Satuan Pendidikan.


PENCETAKAN NASKAH UJIAN


a. Pencetakan dan pendistribusian Naskah Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB/Paket B/Wustha, SMA/MA/SMK/SMALB bergabung di Regional VII yang meliputi Provinsi Bali, Provinsi NTB, dan Provinsi NTT. Pengawasan penggandaan, pendistribusian, dilaksanakan antara Panitia Regional, Perguruan Tingi, Dinas Dikpora, LPMP, dan Polri. Sumber dana dari APBN.

b. Pencetakan dan pendistribusian Naskah Ujian Sekolah SD/MI/SDLB dan Paket A/Ula), dilaksanakan Provinsi NTB, dananya dari APBD Provinsi NTB Tahun 2014.

Upaya yang perlu diperhatikan dalam Pemantapan Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah antara lain :

  1. Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Orang Tua supaya mengecek dengan teliti anak didik sudah terdaftar sebagai peserta ujian di sekolah/madrasah, dan meneliti identitas siswa.

  2. Data Peserta didik sangat diperlukan sebagai data dasar untuk : a) penetapan Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta ujian sekolah/madrash, b) pencetakan Dokumen Ujian Nasional/ Ujian Sekolah, c) Dasar Pengisian Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)/ Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah (SKHUS).

  3. Kepala Sekolah melakukan sosialisasi Permendikbud UN/US, POS UN/US, Kisi-kisi Ujian Nasional/ Ujian Sekolah Kepada Pendidik/ tutor, peserta Ujian, orang tua/ wali murid peserta didik. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberi informasi secara utuh dan lengkap tentang pelaksanaan UN/US, agar peserta didik lebih giat berusaha dalam belajar dan mempersiapkan diri dengan baik sehingga terbentuk rasa percaya diri yang kuat dalam mengerjakan soal UN/US dengan kemampuan sendiri. Tidak mudah percaya dan terpengaruh dengan adanya isu soal dan kunci jawaban yang beredar melalui selebaran, maupun SMS yang disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena kunci jawaban tersebut tidak benar dan menyesatkan.

  4. Perlu adanya sosialisasi kepada peserta didik bahwa UN/US adalah salah satu jenis evaluasi belajar sama seperti evaluasi belajar sehari-hari di kelas. Dengan demikian peserta didik wajib untuk belajar namun tidak perlu mencemaskan secara berlebihan.

  5. Program sosialisasi, membahas kisi-kisi ujian yang berisi standar kompetensi lulusan mata pelajaran Ujian Nasional/ Ujian Sekolah dengan indikator-indikator  soal UN yang diterbitkan BSNP. Sosialisasi ini harus dilakukan sedini mungkin agar pihak sekolah memiliki cukup waktu dalam mempersiapkan peserta didik.

  6. Perlunya peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah/ madraah, baik dari sisi kehadiran guru dan siswa, terpenuhinya alokasi waktu pembelajaran, terselesaikannya materi pelajaran, dikuasainya keseluruhan konsep oleh siswa, tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal, sehingga terbentuk rasa percaya diri guru ketika siswanya diuji dan rasa percaya diri siswa yang mengikuti ujian.

  7. Pihak sekolah agar mengoptimalkan guru BK atau guru Agama, wali kelas dalam pendampingan, pengayaan bagi seluruh siswa, terutama siswa yang dalam pengamatan sehari-hari kondisi psikologisnya lemah. Salah satu cara yang dapat ditempuh yakni dengan melaksanakan pelatihan motivasi yang dilaksanakan oleh guru BK., atau nara sumber lainnya.

  8. Melaksakakan Latihan Ujian, Trayout, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pemetaan bagi sekolah, guru, siswa, orang tua untuk melihat dan mengukur kompetensi siswa dalam penguasaan kompetensi yang diujikan. Hasil Pemetaan ini agar diinformasikan kepada guru, siswa, orang tua untuk dijadikan dasar pembinaan lebih lanjut oleh sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Ujian Nasional adalah salah satu Upaya dalam rangka mempercepat pemerataan mutu pendidikan, oleh karena itu perlu dukungan dari semua pihak pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepala sekolah. Guru, peserta didik, orangtua dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian nasional. Melalui ujian nasional/ujian sekolah kita bersama-sama meningkatkan kualitas anak-anak kita dalam menghadapi persaingan global di segala bidang.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 49
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.