Written by ADMIN   
Wednesday, 04 June 2014 04:22

INFORMASI  SEPUTAR  PENILAIAN

PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

 


DIREKTURBTKP. Sumarna Surapranata, Ph.D.  Direktur  Pendidikan Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud  Republik Indonesia,sejak  dikeluarkannya pedoman pemilihan pengawas sekolah Maret 2014, maka para pengawas sekolah/madrasah diberikan kesempatan  untuk  mengikuti  pemilihan  pengawas berprestasi yang dilaksanakan  secara berjenjang dan bertahap penilaiannya mulai dari tingkat kecamatan,kabupaten/kota/provinsi sampai di-tingkat nasional  yang dilaksanakan di Jakarta.


Berikut ini  adalah  informasi  singkat  tentang seputar  penilaian Pengawas sekolah. Pengawas sekolah  merupakan tenaga kependidikan yang memiliki tugas dalam membina kemampuan profesional tenaga pendidik, tenaga administrasi sekolah, dan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah di tingkat satuan pendidikan dasar. Pengawas sekolah juga memiliki tugas sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial.


Mengingat pentingnya peran pengawas sekolah dimaksud,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembina Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar memberikan penghargaan kepada pengawas pendidikan dasar melalui pemilihan pengawas sekolah berprestasi.


Pogram pemilihan pengawas sekolah berprestasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi kerja pengawas yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan pelayanan pendidikan berkualitas.


Pemberian penghargaan pengawas berprestasi bertujuan untuk, (a) meningkatkan prestasi, kinerja, dan motivasi kerja pengawas, (b) meningkatkan harkat dan martabat pengawas sekolah sebagai tenaga kependidikan profesional, (c) memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi pengawas sekolah atas kemajuan sekolah binaannya, (d) memberikan kesempatan kepada pengawas sekolah untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai sekolah profesional.


Pemilihan pengawas sekolah berprestasi diharapkan bermanfaat untuk, (a) menigkatkan prestasi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya yang meliputi penyusunan program, pelaksanaan program, pembinaan, pemantauan, penilaian kinerja guru dan atau kepala sekolah, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, (b) meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah, (c) meningkatkan aktualisasi diri pengawas sekolah.


Persyaratan  normatif  meliputi, (a ) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, (c) memiliki moralitas, kepribadian dan kelakuan yang baik (d) dapat dijadikan panutan oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat, (e) memiliki komitmen dan tanggung jawab yang tinggi.


Dan persyatan   administratif  yakni, (a) memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV),  (b) mempunyai prestasi kerja yang unggul, (c)  masa kerja paling kurang 2 (dua) tahun sebagai pengawas sekolah, dibuktikan dengan TMT sebagai pengawas sekolah,  (d) sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter, (e) belum pernah dijatuhi hukuman disiplin pegawai, (f) belum pernah menjadi juara I pada pemilihan pengawas sekolah berprestasi tingkat provinsi dan nasional.


Aspek yang dinilai pengawas  sekolah meliputi; (a) kompetensi; kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, sosial,  (b) wawasan kependidikan, (c) portofolio kinerja pengawasan sekolah dasar  selama 2 (dua) tahun terakhir sedangkan pengawas SMP 3 tahun terakhir, (d) pengembangan profesi, yang berupa 1 (satu) karya tulis ilmiah,  yang berupa laporan hasil penelitian tindakan sekolah, (d)  penilaian persepsional kompetensi pengawas oleh guru, kepala sekolah, dan teman sejawat. Sumber Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar  Kemdikbud 2014. (Pandri@Wawan).

Last Updated on Wednesday, 04 June 2014 04:44
 
Written by ADMIN   
Tuesday, 03 June 2014 03:01

 

 

PEMILIHAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

 


BTKP. Direktur  Pembinaan PTK  Pendidikan Dasar  Kemdikbud   “ Sumarna Surapranata, Ph.D ”    dalam juknis  tentang Pemilihan Kepala Sekolah  Dasar/Menengah (Februari   2014), bahwa secara konseptual  kegiatan pemilihan kepala sekolah berprestasi  adalah  memilih kepala sekolah yang memiliki kemampuan  manajerial yang unggul dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensinya, memiliki  kepribadian terpuji dan memiliki pemahaman wawasan pendidikan yang utuh untuk meningkatkan mutu pendidikan serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan pada khususnya dan pada masyarakat luas pada  umumnya.


Pemilihan kepala sekolah berprestasi  bertujuan; memberikan penghargaan kepada kepala sekolah berprestasi dalam melaksanakan pengelolaan sekolah, berbasis pada penilaian kompetensi, kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial, yang hasilnya dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan. Meningkatkan motifasi secara berkelanjutan dikalangan kepala sekolah untuk terus  “belajar dan bekerja lebih cerdas” guna menciptakan kinerja yang  lebih produktif. Mendorong inovasi dan kreatifitas kepala sekolah dalam menciptakan suasana   sekolah yang kondusif bagi para pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan.


Sedangkan azas manfaat pemilihan kepala sekolah berprestasi adalah meningkatnya prestasi, kinerja dan motivasi kerja kepala sekolah dalam melaksanakan  tugas  sebagai pengelola sekolah. Meningkatnya profesionalisme kepala sekolah dalam meningkatkan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.


Persyaratan peserta untuk  pemilihan  kepala sekolah  yang berprestasi  dapat diikuti  oleh semua krepala sekolah pada satuan pendidikan,jenjang  SD,SDLB, SMP,SMPLB, SMA,SMALB, SMK  sederajat, baik kepala sekolah yang berstatus pegawai negeri sipil maupun bukan pegawai negeri sipil, dan memiliki prestasi menonjol dalam dua tahun terakhir sekolah yang sama.


Pemilhan kepala sekolah berprestasi dilakukan seleksi  secara  berjenjang, mulai  dari tingkat kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, sampai ke tingkat nasional di Jakarta.


Aspek yang  dinilai pada pemilihan kepala sekolah sebagai berikut.  Pertama, Tes tertulis aspek yang dinilai  adalah pemahaman terhadap kompetensi kepala sekolah sebagai guru (25%), meliputi  pedagogik, kepribadian, sosial, profesional.


Kedua, Pemahaman  terhadap kompetensi kepala sekolah (50%) pada dimensi kompetensi  adalah   (a). Kepribadian, (b). Manajerial meliputi menyusun perencanaan sekolah, mengembangkan organisasi sekolah sesuai kebutuhan, memimpin sekolah  dalam rangka mendayagunakan  seumber daya sekolah secara optimal, mengelola perubahan dan mengembangkan sekolah menuju organisasi belajar yang efektif, mencipatakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran siswa , mengelola guru dan staf dalam rangka  mendayagunakan sumber daya pendidikan. (c). Kewirausahaan meliputi ; menerapkan nilai-nilai  kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembagan sekolah, mengelola kegiata produksi atau jasa sebagai sumber belajar siswa. (d). Superfisi meliputi merencanakan program superfisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, melaksanakan superfisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik superfisi yang tepat, menindaklanjuti hasil superfisi akademik tehadap guru dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru. (e). Sosial, selain aspek-aspek tersebut  juga menjajaki pencapaian prestasi  sekolah dan penguasaan  teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan sekolah.


Ketiga adalah pengembangan diri (25%). Merupakan upaya  untuk mengembangkan  diri  bagi kepala sekolah dalam mengikuti   berbagai  kegiatan peningkatan  kompetensi  dan profesionalisme berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan melalui pendidikan dan latihan  fungsional atau kegiatan kelompok  kerja  kepala sekolah selama lima tahun terakhir.


Selain kriteria-kriteria  tersebut   ada penilaian   presentasi dan wawancara  karya tulis imilah yaitu menyusun makalah (best practice)  dengan nama “menjadi kepala sekolah  yang kompeten”. Dan tidak kalah pentingnya  adalah meliputi dokumen portopolio  beserta   bukti-bukti  kebenaran data dan informasi tentang   piagam penghargaan, sertifikat, jadwal kegiatan, undangan  maupun surat tugas dari atasan langsung. (Pandri@Wawan).

Last Updated on Wednesday, 04 June 2014 04:25
 
PMU
Written by ADMIN   
Friday, 30 May 2014 02:24

 

Pendidikan Menengah Universal Melalui SMA Terbuka


TERBUKABTKP. Baru-baru ini,  Prof . Dr. Ir Achmad Jazidie. M. Eng, Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemdikbud   dalam pidato formalnya, ketika acara  sosialisasi  Menjunju  Pencapaian  Pendidikan  Menengah Universal  (PMU)   Sekolah  Menegah Terbuka, acara sosialisasi  berlangsung  di Kota  Mataram.


Lanjut,  Prof Achmad   menyampaikan tentang  visi Sekolah Menengah Terbuka adalah “Meningkatkan akses, mutu dan relevansi pendidikan menengah dalam mendukung target capaian Pendidikan Menengah Universal ”.


Sedangkan Misi Sekolah Menengah Terbuka Jarak Jauh adalah ; (a) Menyelenggarakan Sekolah Menengah Terbuka Jarak Jauh seluruh Indonesia sebagai satuan pendidikan layanan khusus bagi lulusan SMP sederajat karena kendala geografi ,sosial,masalah ekonomi,dan keterbatasan waktu di sekolah reguler; (b) Mengembangkan sistem pembelajaran mandiri dengan mengkombinasikan sistem bimbingan belajar jarak jauh menggunakan jaringan internet dan bimbingan belajar tatap muka;  (c) Memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya kepada masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah menengah reguler, melalui sistem pembelajaran mandiri ; (d) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan layanan khusus ; (e) Mempersiapkan lulusan Sekolah Menengah Terbuka Jarak Jauh  yang mampu berprakarsa untuk membangun diri dan masyarakat lingkungannya.


Ditegaskan  Prof Achmad, bahwa  Sekolah Terbuka adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari  sekolah induk yang menyelenggarakan pendidikannya  menggunakan metode belajar mandiri. Jelasnya.


Hal tersebut disampaikan juga  mengingat   ditetapkannya  SMA Terbuka  sebagai rintisan pada  tahun pelajaran 2014/2015,  antara lain di  lima Provinsi   yakni  di  SMA Neg. 12 Merangin Jambi,  SMA N 2 Padalarang Bandung Barat, SMAN 1 Kepajen Malang, SMAN 1 Gambut Banjar, SMAN 3 Sorong dan SMAN 1 Narmada Lombok Barat  Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Pada bagian lain Prof. Acmad, sementara  ini   karakteristik  sebagai  siswa/siswi,  SMA Terbuka   yang menjadi   sasaran  adalah  berdasarkan hambatan dari faktor (a) Ekonomi ;  Anak jalanan, pemulung, pengamen, putus sekolah, pekerja anak (*), pengemis anak, pelacur anak, anak pelacur, dan anak buruh migran(*), (b).Geografi; Sekolah Indonesia Luar Negeri, perbatasan /terdepan(*), pedalaman (*), pulau terpencil (*), pulau terluar, dan daerah tertinggal (*),  (c). Waktu;   Atlet,home schooling, anak yang terkendala waktu belajar, (d). Sosial; Korban narkoba, miras, perdagangan anak (*), anak-anak terlantar, korban kerusuhan, kenakalan remaja, korban kekerasan RT, korban HIV / AIDS, anak lapas. Dan  kriteria yang  lain adalah siswa/siswi lulusan  SLPT sederajat  yang tidak tertampung di SMA/SMK reguler,  usia siswa/siswi  antara 16 sampai dengan 21 tahun serta  belum kawin.


Hadir pula  dalam acara tersebut, Bupati Lombok Barat DR. Zaini Arony, M.Pd,  Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB Drs. H. Imhal, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten   Lombok Barat  Ispan Juanedi, M.Ed, Kepala Bidang Dikmen Uum Umayah, Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Dipora Provinsi Nusa Tenggara Barat  Drs. Sukran, dan Wartawan Media Cetak dan Elektronik,  maupun   undangan  lainnya. (Pandri@Wawan).

Last Updated on Monday, 02 June 2014 03:50
 
SMAT
Written by ADMIN   
Monday, 12 May 2014 04:41

SMA N 1 NARMADA  RESMI MENJADI  RINTISAN  SMA TERBUKA


Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  (Kemendikbud) R.I, Prof. Dr.  Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, secara  resmi  menetapkan  SMA Negeri 1 Narmada Kabupaten Lombok Barat  Provinsi  Nusa Tenggara Barat, sebagai  sekolah rintisan  tahap awal   pengelola  SMA Terbuka. Hal ini dilakukan  oleh Kemdikbud  Moh. Nuh, melalui  teleconference  yang terpusat  dari Kota Sorong Papua Barat (Hari Sabtu 10/5-2014).


Dalam waktu  yang bersamaan (Hari sabtu)   Moh. Nuh  menetapkan   SMA Terbuka  sebanyak  6 (enam)  Kabupaten/Kota  di Indonesia, dengan cara teleconference (komunikasi  secara langsung) tentang  penetapan  SMA Terbuka,  antara lain dengan  Kabupaten;  Lombok Barat, Gambut Kalsel,  Padalarang Jabar, Merangin Jatim,  Kopajen Jambi, Sorong Papua.


Sehubungan   dengan   peresmian   SMA Terbuka   pada  SMA Negeri  1  Narmada   sebagai  sekolah Induk,  Mendikbud  (Mohammad Nuh), melakukan   teleconference  berdurasi kurang lebih lima menit  dengan Bupati Lombok Barat  Dr. Zaini Arony, M.Pd, lanjut melaporkan bahwa Kabupaten Lombok Barat  siap  menjadi daerah percontohan  sebagai  pelaksana  SMA  Terbuka.   Angka Partisi  Kasar  (AKP)  SMA  di Lobar  mencapai 63 persen. Artinya sekitar 27 pesren  siswa tidak  melanjutkan  pendidikan ke jenajang SMA, dengan demikian  adanya  SMA Terbuka ini diharapkan bisa menampung  mereka, jelas doktor  dibidang pendidikan ini.(Sumber Lombok  Post  12/5).


Sementara  itu Kepala Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat  Drs. H.Imhal mengatakan di NTB target APK 97 persen. Untuk mencapai target tersebut harus ditingkatkan  APK sebesar 4 persen pertahun atau penambahan siswa pertahun  8.000 orang. Dan  kriteria siswa  yang masuk di SMA Terbuka  adalah pendidikan bagi  peserta didik  di daerah terpencil atau terbelakang,  tidak mampu dari segi sosial ekonomi. SMA Terbuka  membuka  kesempatan bagi siswa-siswi  berusia  16-21 tahun untuk bersekolah  sesuai  dengan kebutuhan  dan kondisi siswa yang bersangkutan.


Model layanan bantuan belajar   bagi siswa  SMA Terbuka   ada 3 (tiga) cara, pertama  dominan online dilaksanakan  bimbel online 80 persen dan bimbingan tatap muka  20 persen, kedua yakni  balance online dan tatap muka  yaitu bimbel online  50 persen dan bimbel tatap muka  50 persen, dan ketiga adalah dominan tatap muka  dilaksanakan  bimbingan online 20 persen dan bimbingan tatap muka 80 persen.


Pada bagian lain Kepala SMA Negeri  1 Narmada H. Mustaanullah, S.Pd. mengatakan   bahwa rencana penerimaan siswa baru  SMA Terbuka  tahun pelajaran 2014/2015 diterima sebanyak 200 orang  yang dibaiyai oleh Kemenikbud.  Bila siswa ingin mendaftarkan diri bisa  melalui SMA Negeri  yang berdekatan dengan  alamat  tepat tinggal atau  berdomisili masing-masing siswa itu berada, tutur Mustaanullah.   Adapun  sebagai Tempat Kegiatan Belajar (TKB) antara lain di SMA Negeri 1 Lingsar, SMA Negeri 1 Gunung Sari, SMA Negeri 1 Gerung, SMA Negeri 1 Kediri, SMA Negeri  1 Kuripan Lombok Barat.


Hadir  dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten   Lombok Barat  Ispan Juanedi, M.Ed, Kepala Bidang Dikmen Uum Umayah, Kabid  PKLK Ismail Marzuki  Dinas Dipora Provinsi Nusa Tenggara Barat, Toma/Toga, Calon Guru guru Bina/Pamong  maupun   undangan  lainnya. Acara berjalan dengan lancar  sesuai  rencana. Pandri@Wawan/Adit

Last Updated on Monday, 12 May 2014 06:53
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 53
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.