Thursday, 09 June 2011 01:59

Gubernur Nusa Tenggara Barat H. M. Zainul Majdi

Terima 40 Orang Pemuda


POTO BPAPBTKP NTB: Gubernur Nusa Tenggara Barat H. M. Zainul Majdi, dalam acara penerimaan 40 orang pemuda, dalam rangka kegiatan Bakti Pemuda Antar Provinsi yang berasal dari Provinsi DKI, Kepri, Kalteng, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat, bertempat di ruang utama pendopo tanggal 7 Mei 2011. Lebih jauh Zainul Majdi menjelaskan berbagai hal, bahwa pemuda itu merupakan stakeholder yang pertama dan utama dalam menggerakkan pembangunan “jelasnya”.


Selain itu pemuda harus dan mampu mengembangkan jejaring dan komunikasi diantara sesama pemuda. Disamping itu pemuda harus memiliki keberanian yang kuat untuk menyalurkan aspirasi yang benar, serta rawatlah visi wawasan kebangsaan Indonesia secara utuh “ungkapnya”.


Kepala Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Syafi’i, MM, dalam laporannya bahwa melalui Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) para pemuda diharapkan mengembangkan dirinya melalui proses interaksi dengan budaya dan kreatifitas lokal yang dikembangkan oleh masyarakat.


Dengan proses interaksi, berdialog, berkerjasama dan memecahkan masalah bersama diantara para pemuda yang berbeda latar belakang, kelompok, golongan, suku, agama dan mengembangkan kearifannya untuk dapat menerima perbedaan dan menjadikannya kekuatan bersama untuk membangun Bangsa. Kondisi ini merupakan implementasi makna Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat dan pemuda.


Lanjut Syafi’i dalam laporannya bahwa maksud kegiatan BPAP adalah, mempertemukan para pemuda terpilih dari seluruh Provinsi tersebut dalam rangka memperkuat pembentukan karakter bangsa dan meningkatkan daya saing serta kemandirian pemuda. ”ujarnya”. Dan bertujuan Untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, meningkatkan kesadaran dan rasa cinta tanah air, memahami keanekaragaman seni budaya, memupuk rasa kesatuan dan persatuan bangsa, serta meningkatkan keterampilan dan melatih kreativitas pemuda menuju kemandirian.


Waktu Pelaksanaan Peserta, Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) dilaksanakan selama 45 (empat puluh lima) hari dari tanggal 7 Juni s.d 18 Juli yang akan datang. Sedangkan kegiatan dilaksanakan di Desa Sesela Kecamatan Gunugsari . “ungkapnya”.


Terpilihnya Desa Sesela sebagai tempat pelaksanaan karena daerah tersebut memiliki beberapa potensi unggulan berupa sentra kerajinan, perikanan dan kebudayaan yang sangat tepat untuk dijadikan lokasi pembelajaran peserta BPAP ini yang berasal dari (1) Provinsi Kepulauan Riau 8 orang (2) Provinsi Kalimantan Tengah 8 orang (3) Provinsi DKI Jakarta 8 orang (4) Provinsi Maluku 8 orang dan (5) Provinsi NTB 8 Orang.


Syafi’i, saat mengakhiri laporannya bahwa Jenis -Jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemuda tersebut antara lain, (a) kewirausahaan pemuda (b) peningkatan kreatifitas dan keterampilan (c) bakti sosial (d) kerja bakti (e) penghijauan (f) diskusi/dialog interaktif (g) rekreasi. Dengan harapakan kegiatan ini tidak saja menjadi sarana perekat keanekaragaman anak bangsa dalam memperkokoh semangat nasionalisme yang religius, tetapi sekaligus juga dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas pemuda dalam rangka membangun daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa. (Pan,Wan).

Last Updated on Thursday, 09 June 2011 05:45
 
Wednesday, 08 June 2011 06:18

Jambore PAUDNI Tingkat Provinsi

 

 

jambore tingkat provinsiBTKP NTB. Baru-baru ini kepala Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Ir.H. Rosiady M.Sc, secara resmi membuka acara lomba Jambore Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PTK PAUDNI) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Aula Handayani LPMP NTB, senin malam 6 Juni 2011. Lanjut Rosiady menjelaskan akan kegitan lomba jambore PAUDNI tahun ini adalah beberapa hal penting bagi pengelola PAUDNI di Daerah antara lain; kegiatan jambore merupakan ajang kompetisi bagi para PTK PAUDNI untuk menunjukkan karya terbaik dari masing-masing peserta, sehingga karya-karya terbaik pertama tingkat Provinsi menjadi peserta di tingkat Nasional pada bulan Juli yang akan datang di Kota Mataram.


Selain itu Jambore bagi PTK PAUDNI Tingkat Provinsi merupakan upaya peningkatan mutu, profesionalisme, sportivitas bagi para PTK PAUDNI guna membangun semangat persahabatan, persatuan dan kesatuan bagi PTK PAUDNI yang berasal dari berbagai daerah se Nusa Tenggara Barat.


Dalam upaya peningkatan mutu tersebut dilakukan antara lain dengan memberikan penghargaan bagi PTK PAUDNI yang berprestasi melalui kegiatan Lomba Karya Nyata (LKN), Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Perlombaan Olahraga dan Seni (Porseni).


Ketika Kepala Bidang PNFI Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Mahsun melaporkan bahwa tujuan kegiatan jambore PAUDNI yaitu; memberikan motivasi dan penghargaan kepada PTK PAUDNI; agar PTK PAUDNI bisa termotivasi untuk berprestasi dan profesional dalam melaksanakan tugasnya dan meningkatkan mutu layanan PTK PAUDNI dalam penyelenggaraan program PAUDNI. Lebih penting lagi adalah sebagai ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antara PTK PAUDNI serta meningkatkan pencitraan public terhadap PTK PAUDNI. “ungkapnya”


Mahsun”, kegitan lomba jambore PAUDNI di pusatkan di LPMP NTB, diikuti oleh 140 orang peserta dari 10 Kabupaten Kota se Nusa Tenggara Barat, yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 6 sampai dengan 8 Juni 2011. Sedangkan peserta lomba jambore meliputi; Guru PAUD, Pengelola PKBM, TBM, Tutor Pendidikan Keaksaraan, Pamong Belajar SKB/BPKB, Penilik, Pengelola Kursus, Pengelola Program Paudni, Instruktrur Seni Tari, Senam, Tata Rias, Seni Musik dan PTK Paudni. (Pan,Wan, Hen).


HASIL LOMBA JAMBORE PTK PAUDNI PROVINSI NTB DOWNLOAD DISINI

Last Updated on Friday, 10 June 2011 01:38
 
Tuesday, 07 June 2011 04:11

PENDAYAGUNAAN Website DI SEKOLAH

 

pemberian hadiah BTKP NTB. Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Sukran, dalam acara penutupan Pelatihan Pembuatan Website Sekolah di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat tanggal 3 Juni 2011, menyampaikan beberapa pesan kepada peserta pelatihan CMS Balitbang Kemendiknas bahwa dalam pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui multimedia diyakini sebagai cara yang efektif dan efesien dalam menyampaikan informasi teknologi yang mendukung cara tersebut makin berkembang dan disempurnakan dari waktu ke waktu. Dan ketika perkembangan TIK melalui multimedia begitu cepat terkadang membuat kita belum siap untuk memanfaatkannya secara maksimal ”ungkapnya”


Lanjut Sukran, menjelaskan peranan ilmu pengetahuan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sangat dominan. Namun demikian, masyarakat di Nusa Tenggara Barat yang sebagian tinggal di daerah terpencil dan terpencar belum sepenuhnya mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berkembang sangat pesat dan sekaligus sebagai penggerak utama (prime mover) perubahan masyarakat, khususnya di kalangan tenaga pendidik (guru) sebagai tenaga yang terdepan di Sekolah.


Sampai saat ini bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi khususnya website dalam proses pembelajaran di sekolah masih kurang optimal. Sebaiknya, dalam menghadapi era globalisasi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran berbasis ICT (information and communication tecnology) “jelasnya”.


Sementara ini, pengembangan mode website Sekolah dilakukan melalui serangkaian kajian, pembahasan, ujicoba dan penyempurnaan yang akhirnya telah dihasilkan sebuah model websitewebsite sekolah yang telah dihasilkan dapat diketahui dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh sekolah, maka kegiatan sosialisasi ini dilakukan. sekolah CMS Balitbang Versi 3.5. agar model


Secara umum ungkap Sukran, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan suatu tahapan sosialisasi model website sekolah yang telah dihasilkan untuk di implementasikan secara teknis oleh para pelaku pembelajaran di sekolah, sekaligus menunjang pembinaan dan pengembangan ALCoB Indonesia.


Dan secara khusus pula kegiatan ini bertujuan antara lain; (1) peserta memaparkan model website sekolah masing-masing, (2) memberikan pelatihan dalam pembuatan website sekolah kepada para guru menggunakan model website sekolah yang telah dikembangkan oleh Balitbang Kemendiknas (CMS Balitbang), (3) membangun forum pertukaran informasi melalui dunia maya berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi para guru dan administrator pendidikan untuk saling berbagi pengetahuan maupun contoh-contoh terbaik dalam implementasi ICT (best practices) di sekolah, (4) dan dalam rangka mengurangi kesenjangan digital (digital divide), serta guru bisa membentuk jaringan komunikasi antara sesama guru yang tersebar di Kabupaten/Kota, untuk bergabung dalam forum ALCoB dan meningkatkan penguasaan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran (integrating ICT into class) dan berbagai jenis kebutuhan pembelajaran di sekolah dengan pendayagunaan ICT melalui jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) zone schoolnet.


Sukran dalam pidato penutupannya; mengatakan hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini khususnya kepada guru yang dinyatakan lulus seleksi secara online sebanyak 25 orang dari jumlah calon peserta 95 orang, maka di harapkan adalah tersebarnya model website sekolah lebih efektif; terlatihnya para peserta dalam membuat website sekolah menggunakan model yang dikembangakan oleh Balitbang Kemendiknas (CMS Balitbang), sehingga para peserta dapat membuat sendiri website sekolah; terbangunnya website sekolah dengan model website sekolah yang dikembangakan oleh Balitbang, yang langsung dapat diakses melalui internet; terhimpunnya saran masukan untuk penyempurnaan model website sekolah; tergabungnya sejumlah guru atau administrator pendidikan menjadi anggota ALCoB, yang selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan jaringannya kepada sekolah atau guru lainnya, baik di lingkup sekolah masing-masing maupun dalam forum yang lebih luas, di Nusa Tenggara Barat.


Menurut Lestyani Yuniarsih, sebagai koordinator pelatihan panitia dari Balitbang untuk pengembangan Apec Learning Community Buildres (ALcoB), bahwa dalam lingkup nasional melakukan sosialisasi kepada guru yang belum pernah mengetahui adanya program-program APEC, antara lain yang bersifat pengembangan dan pembinaan bagi guru-guru melalui pelatihan tentang pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan.


Pada bagian lain Lestyani mengatakan, bahwa untuk mempercepat pengembangannya, salah satu cara yang dapat ditempuh anatar lain berkolaborasi dengan kegiatan yang berada di bawah forum APEC Learning Community Builders (ALCoB) yang merupakan kerjasama antara Balitbang dengan Korea Selatan sebagai inisiator ALCoB sejak tahun 2003. Balitbang Kemdiknas sebagai Koordinator inisiator APEC-HRD Working Group yang menaungi ALCoB dituntut aktif, baik dalam kegiatan internasional maupun nasional. (Pan,Wan,Hen).

Lampiran: 1.jumlah calon peserta keseluruhan

_2.peserta yang lulus sleksi secara online.

Last Updated on Wednesday, 08 June 2011 00:24
 
Monday, 06 June 2011 02:38

PANDUAN JAMBORE PAUDNI 2011 DOWNLOAD DISINI

Last Updated on Monday, 06 June 2011 02:41
 
<< Start < Prev 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Page 30 of 45
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.