Monday, 15 December 2014 02:13

PERMENDIKBUD 160 TAHUN 2014

TENTANG

PEMBERLAKUAN KTSP 2006 DAN KURTILAS


 

1

 

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

 


Last Updated on Monday, 15 December 2014 02:19
 
HIV
Written by ADMIN   
Wednesday, 26 November 2014 05:18

200 Orang Siswa-Siswi SD dan SMP

Ikut Penyuluhan HIV AIDS dan Narkoba


1BTKP. Sebanyak 200 siswa dan siswi SD dan SMP di Kota Mataram mengikuti penyuluhan tentang Pencegahan HIV AIDS dan Narkoba. Penyuluhan HIV AIDS dan Narkoba ini, merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Team dari Direktorat Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Aula Handayani 25 Nov '14.


Drs. Negas Siregar, M.Si. Kepala Bagian Umum Ditjen Dikdas Kemendikbud RI, mewakili Direktur Jendral Pendidikan Dasar. Lanjut Siregar menjelaskan bahwa HIV yaitu sejenis virus yang ada di dalam darah manusia yang dapat melemahkan daya tahan tuhuh, sehingga Pengidapnya mudah terserang infeksi lain, seperti tuberculosis, sariawan dan diare yang berkepanjangan. Sedangkan AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia oleh infeksi. Ungkap Siregar.


Adapun tujuan penyuluhan ini adalah untuk mengenalkan tentang HIV AIDS dan Narkoba kepada para siswa dan siswi sebagai generasi muda bangsa, dengan maksud setelah mereka mengenal dan memahami tentang apa itu HIV AIDS dan Narkoba dan bagaimana resikonya jika orang telah terkena penyakit tersebut, maka diharapkan para siswa dan siwi bisa terhindar dan menjahauinya dari penyakit HIV AIDS dan Narkoba.


1Sementara Kepala Dinas Dikpora Drs.H.Imhal, mengatakan Kebijakan pembangunan pendidikan itu pertama peningkatan akses kemudian peningkatan mutu dan pencitraan, itu semuanya dihajatkan supaya guru-guru kita bisa meningkatkan propesinya dan bisa meningkatkan pengajaran kepada anak-anak kita dan potensi anak-anak kita meningkat dan anak-anak harus banyak tarima kasih kepada ibu-bapak guru, semua itu agar anak-anak menjadi anak yang pintar dan berprestasi.


Jadi tugas pelajar itu adalah belajar, dengan belajar itu maka apa yang dicita-citakan akan tercapai. Jadi cita-cita itu perlu kita niatkan dari sekarang. Belajar dan terus relajar. Jauhi narkoba Jauhi hal-hal yang tidak baik. Diakhir sambutannya Imhal meneriakkan, Yel-yel bersama guru pendamping dan siswa/siswi yang hadir pada acara tersebut  seperti  “Prestasi - Yes,  Narkoba-No,  NTB - Bebas Narkoba”.


Pada bagian lain sebagai Nara sumber  Dr. Nis Andekayani Enaldi, MS.Spok-Kementrian Kesehatan RI), dan (H. Suharmanto, SH-KPA Provinsi NTB). Materi yang disampaikan oleh nara sumber pusat dan daerah  antara lain; penularan HIV akan bisa terjadi bila ada kontak atau pencampuran dengan cairan tubuh yang mengandung virus HIV seperti melalui hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV; melalui transfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar HIV; melalui alat/jarum suntik atau alat tusuk lainnya (akupuntur, tindik, tato) yang tercemar virus HIV; melalui ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayi pada masa kehamilan,persalinan atau selama menyusui.


Orang yang memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi HIV adalah perempuan dan laki-laki yang memiliki prilaku seks beresiko seperti berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks tanpa pelindung, berhubungan seks dengan orang yang tidak dikenal; penyalahgunaan narkoba dengan suntikan yang menggunakan jarum suntik secara bersama (bergantian).


3Sedangkan HIV tidak bisa menular melalui : Hidup serumah dengan pengidap HIV; Berjabat tangan atau bersentuhan dengan pengidap HIV; Pengidap HIV bersin atau batuk; Kontak dengan peralatan makan/minum yang dipakai bersama penhidap HIV; Pakaian, handuk dan sapu tangan yang dipakai bersama; Menggunakan toilet bersama; Berpelukan atau berciuman pipi; Gigitan nyamuk/serangga; Berenang bersama di kolam renang dan hubungan sosial lainnya.


Dengan demikian pengidap HIV dan AID tidak perlu dikucilkan. Seseorang  mengidap HIV hanya dapat diketahui apabila dilakukan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut. Ungkap Nis.


Pada kesempatan yang sama pula Nara sumber dari Yayasan Sahabat Putra Nusantara: Miz Wiwin Windarti, menyampaikan materi bahaya rokok bagi kesehatan tubuh kita khususnya bagi generasi muda maupun pelajar. Nara sumber dari BNN Pusat Drs. Yudi Kusmayadi menyampaikan bahaya Narkoba bagi kesehatan tuhuh kita khususnya bagi generasi muda maupun pelajar. Peserta yang mengikuti penyuluhan dari pelajar SD dan SMP selama satu hari, siswa-siswi berasal dari  Kota Mataram.  Mukhtar @Supandri.

Last Updated on Thursday, 27 November 2014 00:57
 

SURAT MENDIKBUD UNTUK PARA GURU


1Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati dan muliakan,Semoga Ibu dan Bapak Guru dalam keadaan sehat, bahagia, dan penuh semangat saat surat ini menemui Ibu dan Bapak sekalian. Seiring dengan peringatan Hari Guru ini, atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi kepada Ibu dan Bapak Guru semua yang telah mengemban tugas mulia serta mengabdi dengan hati dan sepenuh hati. Izinkan saya dengan rendah hati menyampaikan rasa hormat, rasa terima kasih,dan rasa bangga atas pengabdian Ibu dan Bapak sekalian.Menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Ibu dan Bapak Guru telah memilih jalan terhormat, memilih hadir bersama anak-anak kita, bersama para pemilik masa depan Indonesia. Ibu dan Bapak Guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia. Mewakili seluruh bangsa hadir di kelas, di lapangan, bahkan sebagian harus mengabdi dengan fasilitas ala kadarnya demi mencerahkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita. Saya ingin menggarisbawahi bahwa persiapan masa depan bangsa dan negara Indonesia ini dititipkan pada Ibu dan Bapak Guru. Saya menyadari masih banyak tanggung-jawab pemerintah pada Guru yang belum ditunaikan dengan tuntas.

Kita harus mengakui bahwa bangsa ini belum menempatkan guru sebagaimana seharusnya. Guru memiliki peran yang amat mulia dan amat strategis. Saya percaya bahwa cara kita memperlakukan guru hari ini adalah cermin cara kita memperlakukan persiapan masa depan bangsa ini. Kita harus mengubah diri, kita harus meninggikan dan memuliakan guru. Pemerintah di semua level harus menempatkan guru dengan sebaik-baiknya dan menunaikan secara tuntas semua kewajibannya bagi guru. Pekerjaan rumah pemerintah, di semua level masih banyak, mulai dari masalah status kepegawaian, kesejahteraan, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan guru harus dituntaskan.Meskipun demikian, dibalik semua permasalahan yang ada, pendidikan harus tetap berjalan dengan baik. Di pundak Guru, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, ada wajah masa depan kita. Setiap hari Ibu dan Bapak Guru menemui wajah masa depan Indonesia, dan di ruang-ruang kelas itulah anak-anak bersiap bukan saja untuk menyongsong tetapi juga untuk memenangkan masa depan.

Hari-hari di depan kelas tentu menyedot energi. Anak-anak yang menuntut perhatian. Tugas-tugas Guru yang menumpuk. Masih banyak ruang kelas yang tak memadai, fasilitas belajar yang ala kadarnya, atau suhu udara yang tidak selalu bersahabat, ibu dan bapak guru yang saya hormati, teruslah hadir membawa senyum; berbekal kerahiman, songsonglah anak-anak bangsa ini dengan kasih sayang; hadirlah dengan hati dan sepenuh hati.Kita semua sadar bahwa pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk kita dapat memajukan bangsa. Potensi besar di Republik ini akan dapat dikembangkan jika manusianya terkembangkan dan terbangunkan. Kualitas manusia adalah hulunya kemajuan dan pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia. Pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk melihat pendidikan bukan semata-mata urusan negara, urusan pemerintah. Tanpa mengurangi peran negara, karena negara masih harus menyelesaikan tanggung-jawab yang belum tuntas dan meningkatkan kinerjanya, saya mengajak semua warga bangsa Indonesia untuk ikut bekerja sama demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Ya, secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.

Saya mengajak semua kalangan, mari terlibat untuk membantu sekolah, guru, madrasah, balai belajar, dan taman belajar. Kita terlibat untuk mendorong kemajuan pendidikan. Untuk itu pula, kepada Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan mari kita bukakan pintu lebar-lebar. Kita mengajak dan memberi ruang kepada masyarakat untuk ikut terlibat, memikirkan, dan berbuat untuk kemajuan dunia pendidikan kita. Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan, Potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan. Jadikan rumah kita dan sekolah kita menjadi zona berkarakter mulia. Izinkan anak-anak kita merasakan rumah yang membawa nilai kejujuran. Izinkan anak-anak kita merasakan sekolah yang guru-gurunya adalah teladan. Biarkan anak-anak kita mengingat Kepala Sekolahnya dan seluruh Tenaga Kependidikan di sekolahnya sebagai figur-figur bersih dan terpuji karakternya. Bayangkan Ibu dan Bapak Guru yang terhormat, kelak anak-anak kita akan hidup di era baru. Mereka hidup di era yang korupsi sudah dianggap sebagai sesuatu yang basi, sesuatu yang bukan lagi kelaziman, dan tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan pelanggaran hukum, tetapi lebih dari itu korupsi menyangkut persoalan harkat dan martabat kemanusiaan.

Pada suatu saat, ketika anak-anak kita, murid-murid itu telah dewasa dan berkiprah di dalam masyarakat, mereka kelak bisa bertutur, "Saya belajar jujur, dan belajar integritas dari Guru". Seraya, nama Ibu/Bapak Guru disebut. Ibu dan Bapak Guru mungkin saja tidak mendengar langsung ucapan-ucapan itu, tetapi yakinlah bahwa melalui anak didik yang meneladani Ibu/Bapak Guru itulah aliran pahala untuk Ibu dan Bapak tidak akan pernah berhenti. Pahala yang tiada henti-hentinya melalui anak-anak didik yang menjadi manusia berkarakter mulia, yang menjalani hidup dengan kejujuran dan berintegritas. Karakter memang tidak cukup diajarkan melalui lisan dan tulisan. Karakter diajarkan melalui teladan. Oleh karena itu, Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan, jadilah figur-figur yang diteladani oleh murid-murid dan lingkungannya. Akhirnya, kepada seluruh Guru, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, saya sampaikan apresiasi. Sekali lagi, atas nama pemerintah, saya sampaikan terima kasih. Ikhtiar mulia ini harus kita teruskan. Suatu saat kelak, Ibu dan Bapak Guru dapat melakukan refleksi atas apa yang sudah dijalani sambil bersyukur bahwa di saat Indonesia sedang mengubah wajahnya menjadi lebih baik, lebih bersih, lebih jujur, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih cerah, Ibu dan Bapak Guru memegang peran penting. Kelak Ibu dan Bapak dapat berkata, "Saya disana, saya terlibat. Sekecil apapun saya ikut mendidik generasi lebih baik. Saya ikut melahirkan generasi baru dan ikut berkontribusi membuat wajah Indonesia yang lebih cemerlang, dan membanggakan."Selamat meneruskan pengabdian mulia, selamat menginspirasi, dan Selamat Hari Guru.


Salam hangat,


Anies Baswedan
Mendikbud RI
Last Updated on Thursday, 27 November 2014 05:23
 

Kompetisi Olahraga Pelajar Cabor Atletik Provinsi NTB


C1BTKP. Kompetisi Olahraga Pelajar Cabor Atletik Provinsi NTB Tahun 2014 kembali mempertandingkan semua katagori yang diperlombakan. Adapun katagori yang diperlombakan,yakni: Nomor perorangan putra: 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m, 3000 m, 110 m gawang, 400 m gawang, Lempar Lembing, Tolak Peluru, Lompat Tinggi, Lompat Jauh. dan Nomor perorangan Putri: 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m, 3000 m, 100 m gawang, 400 m gawang, Lempar Lembing, Tolak Peluru, Lompat Tinggi, Lompat Jauh. Sedangkan Nomor Beregu/Team putra-putri: Lari estafet 4 x 200 m.


C2Kepala Dinas Dikpora Drs.H.Imhal mengatakan Kompetisi Olahraga Pelajar Cabor Atletik Prov. NTB Tahun 2014 merupakan ajang kompetisi olahraga atletik ditingkat pelajar yang setiap tahun sekali dilombakan pada Pekan Olahraga Provinsi dan Pekan Olahraga Nasional dengan pembinaan yang intensif dan sistematis pada cabor Regional cukup membanggakan; unggkap Imhal.


Adapun Cabang Olahraga Atletik adalah induk dari semua cabang olahraga yang terdiri dari jalan, lari, loncat dan lempar merupakan cabang olahraga banyak nomor dan pilihan, dimana atlet dengan cabang postur yang berbeda berpeluang untuk memilih nomor yang sesuai bagi dirinya untuk digeluti atau dilatih dan berprestasi dalam kejuaran Atletik; jelas Imhal.


Perolehan Medali dalam ajang Kompetisi Olahraga bagi Pelajar Cabor Atletik Provinsi NTB tahun ini sbb: (a).Kota Bima: 14 emas - 5 perak - 1 perunggu (b).Kab. Bima: 4 emas - 2 perak - 4 perunggu (c).Lobar: 2 emas - 2 perak - 4 perunggu (d).KSB: 1 emas - 6 perak, (d).Lotim: 1 emas - 2 perak - 4 perunggu (e).Sumbawa; 4 perak - 2 perunggu (f).Kota Mataram; 1 perak - 2 perunggu (g).KLU: 6 perunggu.


Pelaksanaan Kegiatan lomba dilaksanakan di- Stadion Gor Turide Sweta Cakranegara tanggal 24 sampai dengan 25 November 2014. (Mukhtar/Wawan).

Last Updated on Monday, 24 November 2014 04:40
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 55
© 20011BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN |BTKP@goV
.... KUIS KIHAJAR TK NASIONAL TGL 6-9 NOVEMBER DI JAKARTA ....
.:[Close]2x:.